EtIndonesia. Para ahli yang meneliti ilmu di balik penghilang stres telah menemukan penelitian baru yang dapat membuka jalan bagi pil yang memberikan manfaat yang sama seperti yoga.
Penemuan terobosan tentang jalur otak yang membantu mengurangi kecemasan secara instan dilakukan oleh para peneliti di Salk Institute for Biological Studies di California.
Dalam penelitian yang dilakukan pada tikus dan dipublikasikan di Nature Neuroscience, mereka menemukan jalur antara pernapasan sukarela dan pengaturan emosi.
Mereka menemukan jalur otak yang mengatur pernapasan sukarela (apa yang kita lakukan saat kita secara aktif mengendalikan napas), yang memungkinkan pikiran kita menjadi tenang saat kita memperlambat napas.
Dalam praktik seperti yoga dan meditasi, latihan pernapasan merupakan bagian penting untuk mencapai keadaan rileks. Meskipun telah lama diketahui bahwa memperlambat pernapasan saat stres atau cemas dapat membantu mengatur keadaan emosi kita, hal itu belum pernah dipahami hingga saat ini.

Para ahli menemukan sekelompok sel di wilayah korteks otak yang mengirimkan informasi ke batang otak, yang kemudian mengirimkan pesan ke paru-paru. Penemuan ini telah membantu mendasari praktik kuno, seperti yoga, dalam sains.
Penemuan ini membuka kemungkinan bahwa sebuah obat, yang dijuluki “pil yoga” oleh para penulisnya, mungkin dapat meniru keadaan rileks ini dan membantu mengatasi kecemasan.
“Sebagai seorang ilmuwan, menemukan sesuatu yang belum pernah diketahui sebelumnya selalu mengasyikkan,” Sung Han, penulis senior penelitian tersebut, menjelaskan kepada Los Angeles Times. “Sirkuit pernapasan top-down ini telah menjadi pertanyaan lama dalam bidang ilmu saraf. Sungguh mengasyikkan menemukan mekanisme saraf untuk menjelaskan bagaimana perlambatan pernapasan dapat mengendalikan emosi negatif, seperti kecemasan dan ketakutan.” (yn)
Sumber: indy100


