ETIndonesia. Para pemberontak Suriah, yang dipimpin oleh kelompok t Hayat Tahrir al-Sham (HTS), mengumumkan pada Minggu (8/12/2024) bahwa Damaskus kini “bebas dari Assad.” Ini menandai berakhirnya kekuasaan keluarga Assad.
“Kami menyatakan kota Damaskus bebas dari tiran Bashar al-Assad,” tulis sebuah unggahan di Telegram.
Sementara itu, pasukan pemberontak dalam pernyataan mereka juga mengklaim bahwa Assad telah melarikan diri dari Damaskus.
Bashar al-Assad menjadi Presiden Suriah mulai 2000. Ia menggantikan ayahnya Hafizh al-Assad, yang merupakan Presiden Suriah 1971–2000. Suriah sudah terlibat perang saudara yang berlangsung sejak Maret 2011.
Perdana Menteri Suriah, Mohammed Ghazi Jalali, mengatakan bahwa pemerintah Partai Ba’ath Sosialis Arab pimpinan Assad siap untuk “mengulurkan tangan” kepada oposisi dan menyerahkan fungsinya kepada pemerintahan transisi.
“Saya berada di rumah saya dan tidak pergi ke mana pun, ini karena rasa cinta saya pada negara ini,” kata Jalali dalam pernyataan video.
Ia berjanji akan pergi bekerja seperti biasa keesokan paginya dan menyerukan kepada warga Suriah agar tidak merusak properti publik.
Jalali tidak mengomentari rumor bahwa presiden telah melarikan diri.
Para pemberontak menguasai kota tersebut setelah melancarkan serangan mendadak pada 27 November.
HTS, yang memiliki asal-usul dari al-Qaeda, dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, meskipun kelompok tersebut mengatakan dalam beberapa tahun terakhir bahwa mereka telah memutus hubungan dengan al-Qaeda.
Pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Golani, mengatakan kepada CNN dalam wawancara eksklusif pada 5 Desember dari Suriah bahwa tujuan ofensif tersebut adalah untuk menggulingkan pemerintahan Assad.
Assad ditinggalkan sendirian, dengan sekutu-sekutunya, Rusia dan Iran, teralihkan oleh konflik lain, dan kelompok Hezbollah yang berbasis di Lebanon melemah akibat perang dengan Israel.
Presiden terpilih Donald Trump memberikan komentarnya di media sosial pada Sabtu terkait perkembangan di Suriah.
“Amerika Serikat seharusnya tidak ada hubungannya dengan ini,” tulisnya dengan huruf kapital dalam unggahan di Truth Social pada 7 Desember. “Ini bukan pertempuran kita. Biarkan saja terjadi. Jangan terlibat!”
Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini
Sumber : The Epoch Times


