Heboh Suriah: Pemberontak Menjatuhkan Assad, Damaskus Berpesta Merdeka

EtIndonesia. Dalam perkembangan terbaru yang mengejutkan, pasukan oposisi Suriah berhasil merebut ibu kota  Damaskus, pada tanggal 7 Desember. Keberhasilan ini ditandai dengan munculnya video yang menunjukkan para pemberontak yang mengenakan seragam kamuflase menembakkan senjata ke udara sebagai simbol kemenangan. Di berbagai sudut kota, warga Damaskus terlihat memanjat tank dan bersorak sorai merayakan pembebasan ibu kota.

Menurut pernyataan dari berbagai organisasi milisi dan kelompok pengamat hak asasi manusia, Presiden Bashar al-Assad telah melarikan diri dari Damaskus. Abdul, Direktur Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah, mengonfirmasi bahwa Assad kabarnya meninggalkan kota melalui Bandara Internasional Damaskus. 

Informasi lebih lanjut diperoleh dari blogger militer Tandar di platform X, yang melaporkan bahwa sebuah pesawat dengan nomor penerbangan 76 yang berangkat dari Damaskus menuju pesisir Suriah jatuh di dekat kota Homs. Pesawat tersebut diduga ditembak jatuh oleh pasukan anti-pemerintah, memicu spekulasi bahwa Assad mungkin berada di dalamnya.

Beberapa analis politik mengemukakan dugaan bahwa Presiden Assad mungkin berada dalam pesawat tersebut. CNN melaporkan bahwa pasukan intelijen pemberontak telah melakukan pencarian intensif di Damaskus pada malam hari untuk menemukan Assad, namun hingga kini belum berhasil menemukannya.

Dalam perkembangan terkait, Perdana Menteri Suriah, Mohammad Ghazi al-Jalali, mengumumkan kesiapan untuk menyerahkan kekuasaan pada hari Minggu. 

Dalam sebuah video yang diunggah ke akun Facebook resminya, Jalali menyatakan bahwa dia siap menyerahkan kendali kepada siapa pun yang akan memimpin rakyat Suriah dan mengikuti prosedur penyerahan kekuasaan pada pagi hari Minggu.

“Saya tidak akan meninggalkan negara ini karena saya adalah bagian dari negara ini. Saya akan tetap di kantor untuk melanjutkan pekerjaan dan mengimbau warga Suriah agar tidak merusak properti publik,” ujar Jalali.

Meskipun demikian, Jalali tidak memberikan komentar mengenai laporan yang menyatakan bahwa Assad telah meninggalkan negara tersebut. Namun, dikabarkan bahwa keluarga Assad memiliki banyak properti di Dubai, yang menimbulkan spekulasi lebih lanjut mengenai keberadaan sang presiden.

Pemimpin pemberontak Suriah, Abu Mohammed al-Jolani, mengeluarkan perintah melalui aplikasi Telegram kepada semua pasukan pemberontak di Damaskus untuk tidak mendekati lembaga-lembaga pemerintah lokal. Hal ini dikarenakan lembaga-lembaga tersebut akan terus diawasi oleh mantan perdana menteri hingga penyerahan resmi dilakukan. Selain itu, pasukan pemberontak juga dilarang menembakkan senjata ke udara.

Pemberontak mengumumkan bahwa setelah lebih dari 50 tahun penindasan oleh rezim Assad, era kelam tersebut kini berakhir, dan era baru Suriah dimulai. Mereka menyatakan Damaskus telah bebas dan pasukan Assad telah melarikan diri, yang merupakan momen yang dinantikan oleh para pengungsi dan tahanan politik untuk akhirnya meraih kebebasan setelah bertahun-tahun mengalami penindasan dan penderitaan.

Menurut laporan Bloomberg pada hari Sabtu tanggal 7 Desember, sumber yang mengetahui situasi di Suriah mengungkapkan bahwa saat pasukan pemberontak mendekati ibu kota, Assad melakukan upaya terakhir untuk mempertahankan kekuasaannya dengan mengirimkan sinyal meminta bantuan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Sumber tersebut menyebutkan bahwa Assad bersedia mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat asalkan fia dapat mempertahankan wilayah yang masih dikuasai pasukannya atau dijamin pengasingannya dengan aman. Sebagai imbalannya, Suriah akan menghentikan semua kontak dengan kelompok-kelompok radikal yang didukung oleh Iran, termasuk Hizbullah. Namun, Trump yang saat itu berada di Paris menanggapi melalui media sosial bahwa situasi di Suriah adalah kekacauan dan bukan merupakan urusan Amerika Serikat, menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak perlu terlibat lebih jauh.

Beberapa media juga melaporkan bahwa sebelumnya, pasukan pemerintah Suriah telah meninggalkan pusat kota Damaskus, sementara pemberontak telah menguasai Penjara Sednaya di Damaskus dan membebaskan para tahanan

Penjara Sednaya dikenal luas sebagai tempat penahanan para tahanan politik, termasuk ribuan orang yang memiliki pandangan berbeda, aktivis, dan anggota oposisi. Video yang beredar menunjukkan pemberontak yang menduduki beberapa kota membebaskan para tahanan di penjara tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan rapat kabinet keamanan pada malam Sabtu tanggal 7 Desember untuk membahas perkembangan situasi di Suriah. Kepala Staf Militer Israel, Letnan Jenderal Halevi, menyatakan bahwa militer Israel sedang memantau dengan ketat pergerakan pasukan anti-pemerintah di perbatasan untuk memastikan bahwa mereka tidak berbalik arah menuju Israel.

Situasi di Suriah terus berkembang dengan cepat, dan dunia internasional memantau dengan seksama perubahan signifikan ini yang dapat berdampak luas pada stabilitas regional dan global.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine