EtIndonesia. Setelah pasukan pemberontak Suriah merebut kendali ibu kota Damaskus pada Minggu (8/12), mereka mengumumkan pengunduran diri Presiden Bashar al-Assad. Peristiwa bersejarah ini menandai berakhirnya kekuasaan otoriter keluarga Assad yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Suriah. Pada hari yang sama, para pemimpin dunia memberikan tanggapan terhadap kabar mengejutkan tersebut.
Seiring dengan kejatuhan rezim Assad, komunitas Suriah di berbagai belahan dunia turun ke jalan untuk merayakan momen bersejarah ini.
Amerika Serikat
Gedung Putih, dalam sebuah pernyataan, menyebutkan: “Presiden Biden dan timnya memantau dengan saksama perkembangan luar biasa yang terjadi di Suriah, dan terus menjalin komunikasi dengan mitra regional.”
Presiden terpilih Donald Trump menulis di platform media sosialnya, Truth Social : “Assad telah pergi. Dia melarikan diri dari negaranya.”
Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS untuk Urusan Timur Tengah, Daniel Shapiro, berbicara pada konferensi keamanan Manama Dialogue di Bahrain. Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat akan terus mempertahankan kehadirannya di Suriah timur dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah kebangkitan ISIS.
Shapiro juga menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan menghormati norma-norma internasional.
Prancis
Presiden Prancis Emmanuel Macron menulis di platform media sosial X: “Pemerintahan barbar di Suriah telah runtuh.”
“Saya menghormati rakyat Suriah atas keberanian dan kesabaran mereka. Pada masa yang tidak pasti ini, saya berharap mereka menemukan perdamaian, kebebasan, dan persatuan,” ujar Macron. “Prancis akan terus berkomitmen untuk menjaga keamanan bagi semua orang di Timur Tengah.”
Jerman
Kanselir Jerman Olaf Scholz menyatakan bahwa Bashar al-Assad telah secara brutal menindas rakyatnya sendiri, menyebabkan kehilangan banyak nyawa, dan memaksa banyak orang melarikan diri dari Suriah, termasuk ke Jerman.
“Rakyat Suriah telah mengalami penderitaan yang mengejutkan. Akhir dari pemerintahan Assad adalah kabar baik,” kata Scholz.
Ia menambahkan bahwa penting untuk segera memulihkan hukum dan ketertiban di Suriah, dengan perlindungan untuk semua kelompok agama dan minoritas.
Utusan Khusus PBB untuk Suriah
Geir Pedersen, Utusan Khusus PBB untuk Suriah, dalam sebuah pernyataan, menekankan bahwa jutaan warga Suriah telah menyuarakan keinginan mereka untuk transisi yang stabil dan inklusif.
Dia mendesak semua pihak di Suriah untuk memprioritaskan dialog, persatuan, dan penghormatan terhadap hukum internasional serta hak asasi manusia dalam upaya membangun kembali masyarakat. Pedersen menyatakan kesiapannya untuk mendukung rakyat Suriah dalam mencapai masa depan yang stabil dan inklusif.
“Hari ini adalah momen penting dalam sejarah Suriah… Negara ini telah mengalami hampir 14 tahun penderitaan tak berujung dan kerugian yang tak terhitung… Meski babak kelam ini meninggalkan luka yang mendalam, hari ini kita menyaksikan harapan baru untuk perdamaian, rekonsiliasi, martabat, dan inklusi bagi semua warga Suriah,” ujar Pedersen.
Rusia
Kementerian Luar Negeri Rusia mengonfirmasi bahwa Presiden Assad telah mengundurkan diri dan meninggalkan Suriah setelah memerintahkan transisi kekuasaan secara damai.
Meskipun tidak mengungkapkan lokasi Assad saat ini, Kementerian Luar Negeri Rusia menekankan bahwa mereka tidak terlibat dalam negosiasi terkait kepergiannya. Pangkalan militer Rusia di Suriah berada dalam status siaga tinggi, tetapi tidak menghadapi ancaman serius saat ini.
Rusia juga menyatakan bahwa mereka tetap menjalin komunikasi dengan semua kelompok oposisi di Suriah dan mendesak semua pihak untuk menghindari tindakan kekerasan.
Iran
Kementerian Luar Negeri Iran, dalam sebuah pernyataan, menegaskan penghormatan mereka terhadap kesatuan dan kedaulatan Suriah. Mereka menyerukan diakhirinya konflik militer secara cepat, mencegah aksi terorisme, dan memulai dialog nasional dengan semua elemen masyarakat Suriah.
Teheran menyatakan bahwa hubungan persahabatan jangka panjang antara Iran dan Suriah akan terus berlanjut.
Yordania
Raja Abdullah dari Yordania menyatakan penghormatan terhadap pilihan rakyat Suriah. Ia menyerukan agar konflik yang dapat menyebabkan kekacauan di Suriah dihindari dan menekankan pentingnya menjaga keamanan negara tetangganya di utara.
Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut runtuhnya rezim Assad sebagai hari bersejarah dan hasil langsung dari upaya Israel dalam melawan Hizbullah dan Iran.
“Kami tidak akan membiarkan kekuatan musuh bercokol di perbatasan kami,” tambah Netanyahu.
Qatar
Kementerian Luar Negeri Qatar kembali menyerukan penyelesaian krisis Suriah sesuai dengan Resolusi 2254 Dewan Keamanan PBB tahun 2015, yang menetapkan langkah-langkah untuk gencatan senjata dan transisi politik.
Arab Saudi
Seorang pejabat Saudi mengatakan bahwa Arab Saudi terus berkomunikasi dengan semua pihak terkait di wilayah tersebut untuk mencegah hasil yang kacau di Suriah.
“Kami terus menjalin komunikasi dengan Turki dan semua pemangku kepentingan,” ujar pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa lokasi Assad saat ini tidak diketahui.
Mesir
Kementerian Luar Negeri Mesir menyerukan kepada semua pihak di Suriah untuk melindungi kapasitas operasional lembaga pemerintah dan negara. Mesir juga menegaskan dukungannya terhadap rakyat Suriah serta kedaulatan dan kesatuan negara tersebut.
Italia
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan melalui platform X bahwa ia memantau perkembangan di Suriah dengan cermat dan telah mengadakan pertemuan darurat di Kementerian Luar Negeri Italia.
Turki
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan bahwa Suriah kini memasuki fase di mana rakyatnya harus membentuk masa depan negara mereka sendiri.
“Hari ini membawa harapan di depan mata,” ujar Fidan dalam konferensi pers di Doha.
Dia menekankan bahwa stabilitas dan keamanan Suriah memerlukan kerja sama semua pihak tanpa dendam. Turki menyerukan semua pihak untuk bertindak hati-hati dan mencegah situasi dimanfaatkan oleh kelompok teroris. (jhn/yn)


