ETIndonesia. Kelompok HAM Haiti National Human Rights Defense Network (RNDDH) melaporkan pada Senin (10 Desember) bahwa seorang bos geng di kawasan kumuh Cité Soleil, ibu kota Haiti, memerintahkan pembantaian lebih dari 100 orang tua lanjut usia. Hal ini diduga terjadi karena ia mencurigai bahwa ilmu hitam telah menyebabkan anaknya sakit.
Menurut laporan dari Reuters dan AFP, RNDDH menyatakan bahwa semua korban berusia di atas 60 tahun.
Bos geng dari kawasan Wharf Jeremie, Monel “Mikano” Felix, dikatakan telah meminta saran dari seorang pentolan voodoo, yang menuduh bahwa para lansia di daerah tersebut menggunakan ilmu hitam untuk mencelakai anak-anak. Setelah anak Felix jatuh sakit, ia memerintahkan pembantaian massal.
Menurut kelompok HAM, anggota geng menggunakan parang dan pisau untuk membunuh lebih dari 100 orang lansia secara brutal pada 6 dan 7 Desember.
Komisaris Tinggi HAM PBB, Volker Turk, menyebutkan bahwa insiden kekerasan yang diorganisir oleh pemimpin geng berpengaruh di ibu kota Haiti selama akhir pekan tersebut menyebabkan setidaknya 184 orang tewas.
Cité Soleil, yang terletak di dekat pelabuhan ibu kota Port-au-Prince, adalah salah satu daerah termiskin dan paling berbahaya di Haiti.
RNDDH juga melaporkan bahwa anak Felix meninggal dunia pada 7 Desember sore.
PBB sebelumnya memperkirakan pada Oktober bahwa geng Felix memiliki sekitar 300 anggota. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


