Kemewahan Hidup Assad yang Mencengangkan! Lebih dari 100.000 Orang Terjebak di Penjara Bawah Tanah yang Mengerikan

EtIndonesia. Setelah pemberontak Suriah melancarkan serangan kilat, ibu kota Damaskus berhasil direbut pada 8 Desember, sekaligus menggulingkan rezim otoriter Assad yang telah berkuasa selama puluhan tahun. Di setiap wilayah yang berhasil dikuasai, para pemberontak membebaskan tahanan dari berbagai penjara, termasuk Penjara Militer Saydnaya yang terkenal kejam. Di penjara tersebut, ditemukan lebih dari 100.000 tahanan yang terjebak dalam kondisi mengerikan di sel bawah tanah, menunggu untuk diselamatkan.

Sejak perang saudara Suriah pecah pada 2011, pasukan pemerintah telah menangkap ratusan ribu orang. Kondisi penahanan mereka digambarkan oleh organisasi HAM sebagai sangat buruk.

Pada 7 Desember, aliansi pemberontak Hayat Tahrir al-Sham (HTS) membebaskan lebih dari 3.500 tahanan dari Penjara Militer Homs. Setelah memasuki Damaskus pada 8 Desember, mereka mengumumkan berakhirnya “era tirani” di Penjara Saydnaya, yang selama pemerintahan Assad dikenal sebagai simbol kekejaman paling gelap.

Menurut laporan dari kelompok penyelamat Suriah White Helmets, banyak tahanan ditemukan terjebak di ruang bawah tanah Penjara Saydnaya. Organisasi ini telah mengerahkan lima tim tanggap darurat khusus untuk melakukan penyelamatan dengan bantuan informan yang mengetahui lokasi tahanan.

Pihak berwenang di Damaskus melaporkan bahwa upaya untuk membebaskan para tahanan masih berlangsung. Sebagian tahanan hampir meninggal karena kurangnya ventilasi di ruang bawah tanah. 

Melalui media sosial, mereka meminta bantuan mantan pejabat rezim Assad, termasuk tentara dan staf penjara, untuk memberikan kode elektronik pintu sel bawah tanah. Hal ini diperlukan untuk membebaskan lebih dari 100.000 tahanan yang terlihat dalam rekaman kamera pengawas.

Video yang dilaporkan oleh Al Jazeera menunjukkan upaya orang-orang masuk ke tingkat lebih bawah dari ruang bawah tanah. Dalam salah satu klip, seorang pria menggunakan tongkat untuk membongkar dinding pendek yang menutupi ruangan gelap. Di dalam, terdapat seorang anak kecil bersama ibunya yang ditahan. 

“Assad sudah tumbang, jangan takut,” ujar seseorang di sekitar mereka. Di luar penjara, kerumunan orang berkumpul dengan harapan dapat menyelamatkan keluarga mereka.

Rekaman dari Reuters menunjukkan pemberontak menembaki pintu dan kunci penjara Saydnaya, memungkinkan sejumlah besar tahanan melarikan diri ke lorong. 

Di jalan-jalan Damaskus, beberapa tahanan yang baru bebas berlari sambil bertanya kepada orang-orang apa yang sebenarnya terjadi. Ketika mengetahui bahwa rezim Assad telah tumbang, mereka tertawa penuh kegembiraan.

Menurut laporan BBC, di bawah pemerintahan Assad, puluhan ribu tahanan di Penjara Saydnaya mengalami penyiksaan, pelecehan seksual, dan eksekusi massal. Banyak dari mereka yang hilang, dan keluarga mereka sering kali tidak mengetahui nasib mereka selama bertahun-tahun.

Pada 8 Desember, salah satu penyintas bernama Omar al-Shogre, yang dipenjara selama tiga tahun sejak usia remaja, mengungkapkan kekejaman yang dia alami. 

“Mereka memaksa sepupu saya yang sangat saya cintai untuk menyiksa saya, dan memaksa saya untuk menyiksa dia. Jika tidak, kami berdua akan dieksekusi,” ujarnya.

Menurut Syrian Network for Human Rights, lebih dari 130.000 orang telah ditahan dalam kondisi serupa sejak perang saudara dimulai pada 2011.

Laporan dari Association of Detainees and Missing Persons in Saydnaya Prison (ADMSP) yang berbasis di Turki menyebutkan bahwa sejak perang saudara dimulai, Penjara Saydnaya telah berubah menjadi kamp kematian. Antara 2011 dan 2018, lebih dari 30.000 tahanan dieksekusi, meninggal karena penyiksaan, kekurangan perawatan medis, atau kelaparan. Antara 2018 hingga 2021, setidaknya 500 tahanan juga dieksekusi.

Pada 2017, Amnesty International menggambarkan Penjara Saydnaya sebagai “rumah jagal manusia”, menuding bahwa eksekusi massal tersebut disetujui oleh pihak tertinggi dalam pemerintahan Assad. Namun, pemerintah Suriah membantah tuduhan ini, menyebutnya “tidak berdasar” dan mengklaim bahwa semua eksekusi dilakukan melalui prosedur hukum yang sah.

Kemewahan Assad Terbongkar: Koleksi 40 Mobil Mewah

Setelah Assad melarikan diri, warga Suriah menyerbu kediaman presidennya, menjarah berbagai barang seperti furnitur, perlengkapan tidur, karya seni, hingga mobil-mobil mewah.

Video yang beredar di media sosial, yang telah diverifikasi oleh CNN, menunjukkan bahwa Assad memiliki lebih dari 40 mobil mewah. Di antaranya terdapat Ferrari F50 merah yang bernilai lebih dari 3 juta dolar.

Garasi besar yang terletak di dekat istana presiden tersebut menyimpan berbagai mobil, mulai dari mobil klasik hingga supercar, termasuk Rolls-Royce, Bentley, Lamborghini Diablo, Audi R8, Mercedes-Benz SLS AMG, dan SL65 Black Series.

Kemewahan hidup Assad selama 24 tahun berkuasa kini terungkap. Kediamannya yang megah menampilkan jacuzzi, lantai marmer, lukisan mahal, furnitur kayu premium, dan dekorasi yang sangat mewah. Dalam video lainnya, warga terlihat membawa furnitur, memilih peralatan makan dan perlengkapan tidur, atau bahkan berswafoto di depan interior rumah yang glamor dengan menggunakan tongkat selfie.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine