Pada Selasa (10/12/2024), Menteri Pertahanan Israel, Yoav Katz, menyatakan bahwa serangan militer Israel terhadap angkatan laut Suriah berhasil mencapai kesuksesan besar. Sehari sebelumnya, ia menyatakan bahwa Israel akan meningkatkan serangan udara terhadap “tempat penyimpanan” senjata canggih di Suriah untuk mencegah ancaman terorisme yang mungkin muncul setelah rezim Bashar al-Assad digulingkan
ETIndonesia. Pada Selasa, di Pangkalan Angkatan Laut Haifa, Katz mengumumkan bahwa Angkatan Laut Israel berhasil meluncurkan serangan terhadap armada Suriah pada Senin (9 Desember) malam.
Sebelumnya, Katz menegaskan bahwa militer Israel akan menghancurkan senjata strategis berat yang berada di Suriah, termasuk rudal darat-ke-udara, sistem pertahanan udara, rudal darat-ke-darat, rudal jelajah, roket jarak jauh, dan rudal pantai.
“Saya memperingatkan para pemimpin pemberontak Suriah, siapa pun yang mengikuti jejak Assad, pada akhirnya akan jatuh seperti Assad,” kata Menteri Pertahanan Israel Yoav Katz.
Ia juga menyatakan bahwa militer Israel sedang mendirikan pos-pos di zona penyangga antara Suriah dan Dataran Tinggi Golan. Selain itu, Israel berencana membentuk “zona pertahanan steril” di bagian selatan Suriah untuk mencegah ancaman dari kekuatan militer terorisme yang berbasis di wilayah tersebut.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden memperingatkan ancaman yang dapat timbul dari kelompok teroris seperti ISIS yang memanfaatkan situasi ini untuk semakin mengancam stabilitas kawasan.
“Beberapa kelompok pemberontak yang berusaha menggulingkan Assad juga memiliki catatan mengerikan terkait terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia,” kata Presiden AS Joe Biden.
Biden menyatakan bahwa militer AS telah mengerahkan berbagai jenis pesawat, termasuk pembom B-52, jet tempur F-15, dan pesawat serang A-10, untuk menyerang 75 lokasi yang diketahui sebagai basis ISIS di Suriah. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


