Melawan Kekuasaan Tangan Besi di Suriah: Pemberontak Bakar Makam Ayah Bashar al- Assad

ETIndonesia. Pasukan pemberontak Suriah membakar makam mendiang Presiden Hafez al-Assad di Qardaha, kampung halaman keluarga Assad, yang terletak di provinsi Latakia, Suriah barat. Setelah bertahun-tahun perang saudara, kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan aliansi pemberontak berhasil merebut ibu kota Damaskus dari kendali pemerintah pada 8 Desember, sekaligus mengakhiri 54 tahun kekuasaan dinasti Assad.

Makam Hafez al-Assad Dibakar

Video yang diverifikasi oleh BBC News menunjukkan kelompok bersenjata berjalan di sekitar makam yang terbakar di Qardaha, sebuah wilayah pesisir di barat laut Latakia, sambil meneriakkan slogan-slogan.

Pada 11 Desember 2024, anggota pemberontak berkumpul di luar makam mendiang Presiden Suriah Hafez al-Assad, yang terletak di provinsi Latakia barat (provinsi Latakia), rumah leluhur desa Qardaha keluarga Hafez al-Assad. (AAREF WATAD/AFP melalui Getty Images)

Pada 11 Desember 2024, foto-foto memperlihatkan anggota pemberontak berdiri di dekat makam Hafez al-Assad yang telah dihancurkan. Beberapa di antaranya memegang bendera revolusi di atas reruntuhan makam.

Peninggalan Kekuasaan Hafez dan Bashar al-Assad

Hafez al-Assad, ayah dari Bashar al-Assad yang baru saja digulingkan, memimpin Suriah dengan tangan besi sejak tahun 1971 hingga kematiannya pada tahun 2000. Kekuasaan kemudian diwariskan kepada anaknya, Bashar al-Assad. Namun, pada 2011, tindakan brutal Bashar dalam menekan gerakan demokrasi damai memicu perang saudara yang menyebabkan lebih dari 500.000 orang tewas dan 12 juta orang mengungsi.

Pada 11 Desember 2024, anggota pemberontak berkumpul di luar makam mendiang Presiden Suriah Hafez al-Assad, yang terletak di provinsi Latakia barat (provinsi Latakia), rumah leluhur desa Qardaha keluarga Hafez al-Assad. (AAREF WATAD/AFP melalui Getty Images)

Setelah kekalahannya, Bashar al-Assad bersama keluarganya melarikan diri ke Rusia, di mana mereka mendapatkan perlindungan dari pemerintah Rusia.

Aliansi Pemberontak dan Dukungan Lokal

Foto udara menunjukkan pemandangan desa leluhur keluarga Assad di Qardaha di provinsi Latakia di Suriah barat pada 11 Desember 2024. (AAREF WATAD/AFP melalui Getty Images)

Menurut laporan Reuters yang dikutip oleh Central News Agency, delegasi pemberontak yang terdiri dari anggota HTS dan Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army) bertemu dengan tokoh-tokoh senior di Qardaha pada 9 Desember, mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat. Delegasi ini juga menandatangani dokumen yang menekankan keberagaman budaya dan agama di Suriah.

Pemimpin Baru dan Harapan Stabilitas

Pemimpin HTS, Abu Mohammed al-Jawlani, kini menggunakan nama aslinya, Ahmed al-Sharaa. Ia sebelumnya dikenal sebagai pejuang jihadis tetapi memutus hubungan dengan Al-Qaeda pada tahun 2016 dan berkomitmen mendukung pluralisme dan toleransi agama.

Mohammed Bashir, pemimpin Salvation Government, ditunjuk sebagai kepala pemerintahan transisi hingga 1 Maret tahun depan. Dalam wawancara perdananya pada 10 Desember, Bashir menyatakan, “Sekarang adalah waktunya bagi rakyat negara ini untuk merasakan stabilitas dan kedamaian.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine