Trump dan Biden Siap Sambut Tahun Baru Hingga Virus Flu Burung Bermutasi dalam Tubuh Pasien

ETIndonesia. Menjelang Tahun Baru, Trump dan Biden masing-masing telah merencanakan acara perayaan mereka. Banyak warga juga sudah bersiap menyambut pergantian tahun. Namun, di tengah perayaan, jangan lupa untuk tetap menjaga diri. Mengapa demikian? Berikut laporannya.

Pada  27 Desember 2024 pagi, Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan melalui unggahan bahwa Bill Gates, Presiden Microsoft, akan bertemu dengannya di Mar-a-Lago malam ini. Trump juga mengisyaratkan bahwa malam Tahun Baru nanti akan sangat meriah.

Setelah terpilih, sejumlah besar pemimpin perusahaan teknologi besar yang sebelumnya menentangnya mulai mengubah sikap. Seperti yang diungkapkan Jeff Bezos, pemilik Amazon dan The Washington Post, dalam sebuah wawancara baru-baru ini, ia optimis terhadap masa jabatan kedua Trump. Bezos juga mengunjungi Trump pada Rabu pekan lalu (18 Desember).

Sementara itu, Presiden Joe Biden bersama Ibu Negara Jill Biden dan teman-teman dekatnya pergi berlibur ke Kepulauan Virgin AS. Mereka mengadakan pesta Tahun Baru di Pulau Saint Croix. Menurut penelitian dari RNC Research, Biden menghabiskan hampir 40% masa jabatannya untuk berlibur, yakni sekitar 570 hari.

Namun, menjelang Tahun Baru, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pada 26 Desember mengumumkan temuan mutasi virus flu burung dalam tubuh manusia. Minggu lalu, seorang pasien berusia di atas 65 tahun di Louisiana dirawat di rumah sakit akibat infeksi virus H5N1. Namun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), belum ada bukti bahwa H5N1 dapat menular antar manusia. 

Sampel pasien kini menunjukkan bahwa H5N1 telah mengalami mutasi yang membuatnya lebih mudah menginfeksi manusia dan berpotensi menyebar antar manusia. Bulan lalu, kasus serupa ditemukan di Kanada pada seorang remaja sehat tanpa riwayat penyakit, yang menunjukkan gejala pernapasan parah.

Selain itu, seorang imigran ilegal bernama Sebastian Zapeta yang membakar gerbong kereta bawah tanah New York hingga menyebabkan kematian seorang penumpang, pada 27 Desember didakwa oleh dewan juri atas lima tindak pidana berat, termasuk pembunuhan tingkat pertama dan pembakaran tingkat pertama. 

Zapeta dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat, hukuman terberat di negara bagian New York. Sebelum melakukan kejahatannya, Zapeta tinggal di tempat penampungan tunawisma di Brooklyn. (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine