Puluhan Kucing Besar Mati Akibat Terinfeksi Wabah Flu Burung

ETIndonesia. Flu burung telah merenggut nyawa 20 kucing besar di sebuah suaka margasatwa di negara bagian Washington, Amerika Serikat sehingga tempat tersebut harus sementara ditutup untuk umum, demikian diumumkan oleh Wild Felid Advocacy Center of Washington dalam sebuah postingan di Facebook baru-baru ini.

Pejabat kesehatan hewan mengonfirmasi keberadaan influenza avian yang patogenik terhadap lebih dari setengah populasi kucing liar di fasilitas tersebut.

“Kami sangat sedih mengabarkan bahwa pejabat kesehatan hewan telah mengonfirmasi keberadaan influenza avian yang sangat patogenik (HPAI) di lebih dari setengah kucing liar kami per Desember 2024,” tulis pihak suaka pada 20 Desember.

Wabah ini mendatangkan kematian bagi 20 kucing liar, termasuk seekor harimau Amur/Bengal, empat puma, seekor caracal Afrika, dua lynx Kanada, seekor kucing Geoffroy, seekor kucing Bengal, seekor lynx Eurasia, empat kucing hutan, dan lima serval Afrika. Suaka tersebut menyertakan daftar nama hewan yang mati dalam postingan yang penuh emosi.

Virus ini, yang terutama dibawa oleh burung, biasanya menyebar melalui lendir atau kontak langsung antar burung. Hewan liar, terutama karnivora, bisa jatuh sakit setelah memakan burung yang terinfeksi atau kotorannya. Kucing sangat rentan terhadap virus ini, yang mana dapat berkembang dengan cepat dan menyebabkan kematian dalam waktu 24 jam akibat kondisi mirip pneumonia, demikian penjelasan pihak suaka.

Pihak suaka pertama kali menginformasikan masalah kesehatan yang tidak diketahui pada 2 Desember, dengan menyatakan, “Beberapa Felid mengalami penyakit yang tidak diketahui. Kami, bersama tim dokter hewan, bekerja tanpa lelah untuk menentukan penyebabnya dan mencari solusi.” Pada saat itu, fasilitas tersebut mengumumkan penutupan sementara untuk melindungi kucing-kucing di bawah perawatan mereka.

Empat hari kemudian, pada 6 Desember 2024, suaka mengonfirmasi keberadaan flu burung pada beberapa kucing liar mereka.

Menanggapi wabah tersebut, Wild Felid Advocacy Center telah menerapkan langkah-langkah karantina ketat dan bekerja sama dengan otoritas kesehatan hewan federal dan negara bagian, serta pejabat kesehatan Mason County. 

Tim suaka juga bekerja dengan dokter hewan swasta untuk mencari cara mencegah infeksi lebih lanjut dan melindungi hewan yang masih ada.

Meskipun sudah berusaha maksimal, suaka ini mengalami kerugian besar dan kini meminta dukungan dari masyarakat. Mereka mengatakan bahwa biaya medis yang terus meningkat, bahkan dengan diskon, telah memberikan beban keuangan yang besar bagi suaka tersebut.

“Tragedi ini sangat memengaruhi tim kami, dan kami semua berduka atas kehilangan hewan-hewan luar biasa ini,” tulis pihak suaka. 

“Mohon pertimbangkan untuk memberikan donasi guna mendukung perawatan berkelanjutan hewan-hewan kami dan operasional suaka melalui PayPal di situs web kami,” tulis mereka, mencantumkan www.wildfelids.org sebagai situs web mereka.

Suaka ini berharap dapat dibuka kembali di Tahun Baru dan menawarkan pengembalian uang penuh bagi mereka yang telah menjadwalkan kunjungan. Mereka juga berjanji untuk memberikan pembaruan melalui situs web mereka.

Wabah flu burung saat ini dimulai pada tahun 2022 dan telah memengaruhi populasi satwa liar serta ternak. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), lebih dari 108 juta burung  terdampak. Virus ini juga terdeteksi pada sapi perah di 15 negara bagian Amerika Serikat, dan kasus babi yang terinfeksi dilaporkan untuk pertama kalinya bulan lalu.

Pejabat Wild Felid Advocacy Center of Washington belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari NTD.

Sumber :  NTD News

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine