Epidemi Penyakit Pernapasan Melanda Tiongkok, Puncak Flu Diperkirakan Awal Januari di Beijing

Sejak Desember tahun lalu, berbagai wilayah di Tiongkok, khususnya di kota-kota bagian utara, mengalami lonjakan kasus penyakit pernapasan yang menyebar secara luas. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Beijing memperkirakan virus flu akan mencapai puncaknya pada awal Januari

ETIndonesia. Sejak Desember 2024, beberapa jenis penyakit pernapasan seperti flu, human metapneumovirus, dan rhinovirus, merebak di berbagai kota di Tiongkok.

Menurut CDC Beijing, virus flu, yang merupakan salah satu virus dengan tingkat penyebaran tertinggi, diperkirakan akan mencapai puncaknya pada awal Januari. 

Selain itu, norovirus, yang mempengaruhi sistem pencernaan, juga tercatat berada pada “tingkat infeksi menengah hingga tinggi.”

Banyak warga di Tiongkok mempertanyakan apakah ini disebabkan oleh varian baru virus COVID-19. Rumah sakit di berbagai wilayah dipenuhi pasien, terutama anak-anak, yang mengalami gejala berat seperti demam tinggi hingga pneumonia berat (white lung).

Komentar dari Warga Tiongkok:

  • Li, warga Hebei:
    “Gejalanya berbeda dari infeksi COVID sebelumnya. Kali ini lebih banyak demam dan pneumonia, bahkan banyak anak-anak yang mengalami demam hingga 39–40°C. Hampir semua teman sekelas anak saya juga demam. Beberapa anak bahkan mengalami white lung.”
  • Seorang jurnalis dari Mingpao:
    “Saat saya pulang ke kampung halaman di Hebei untuk bertemu keluarga besar, ternyata banyak dari mereka yang jatuh sakit. Ibu saya juga demam tinggi dan harus ke rumah sakit, tapi rumah sakit penuh sesak dengan pasien yang batuk-batuk, seperti tiga tahun yang lalu.”
  • Zhao, warga Sanya, Hainan:
    “Sekarang banyak sekali orang yang sakit demam dan flu, terutama anak-anak. Saya menjalankan usaha pelatihan, dan banyak anak-anak yang harus absen karena sakit.”
  • Zhang, warga Nanjing:
    “Saya juga sedang sakit flu. Mungkin tertular dari anak saya meskipun saya tidak keluar rumah. Ini sangat parah, dan saya benar-benar merasa khawatir.”

Beberapa warga melaporkan bahwa banyak orang di sekitar mereka jatuh sakit berulang kali. Gejala infeksi baru ini lebih parah dan mengingatkan mereka pada gelombang besar pandemi tiga tahun lalu.

  • Wang, warga Changsha, Hunan:
    “Banyak teman-teman saya mengalami gejala seperti flu. Saat ini juga ada banyak kasus kematian mendadak, leukemia, atau kanker yang tiba-tiba muncul.”
  • Zhao, warga Sanya, Hainan:
    “Sekarang, semua penyakit seperti flu atau demam tidak lagi dikaitkan dengan COVID. Mereka hanya menyebutnya sebagai flu atau flu musiman. Orang-orang di tempat tinggal saya ada yang meninggal, tetapi penyebabnya tidak boleh disebutkan.”

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine