Lonjakan Kasus Penyakit di Tiongkok, Dokter Beijing Terinfeksi Influenza A dan Berujung Pneumonia

ETIndonesia. Wabah penyakit di Tiongkok terus melonjak dengan jumlah pasien yang terinfeksi meningkat tajam, termasuk para dokter yang ikut terinfeksi. Di berbagai daerah, antrian pendaftaran rumah sakit mencapai lebih dari seribu pasien per hari, sementara jumlah kematian terus meningkat. Pemerintah dituding menyembunyikan fakta sebenarnya.

“Perhatian semua, gelombang flu kali ini sangat parah. Salah satu ciri khasnya adalah demam tinggi yang sulit turun meski sudah minum obat penurun demam apa pun,” ujar seorang netizen Tiongkok memperingatkan. 

Dengan menyebarnya virus COVID-19, virus flu, dan virus human metapneumovirus secara bersamaan, rumah sakit di berbagai daerah penuh sesak. Di Beijing dan Shandong, beberapa rumah sakit melaporkan antrian pendaftaran mencapai ribuan pasien setiap harinya.

Seorang warga mengeluhkan, “Banyak sekali yang sakit. Di dalam rumah sakit penuh sesak, nomor antrian sudah lebih dari seribu.”

Pada 9 Januari, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok mengonfirmasi bahwa tingkat positif virus influenza terus meningkat di wilayah utara dan selatan negara itu. Sejumlah warga melaporkan virus yang sangat agresif ini bahkan membuat dokter di Beijing terinfeksi.

“Saya seorang tenaga medis di ruang gawat darurat. Sudah hampir seminggu saya terkena influenza A. Pada hari terakhir, tiba-tiba saya demam lagi mencapai 38 derajat, tubuh menggigil, bahkan sulit berbicara dengan lancar. Saya kesulitan bernapas saat menjalani shift malam. Rekan kerja yang melihat kondisi saya segera melakukan CT scan dan hasilnya menunjukkan pneumonia virus,” ujar seorang dokter ruang gawat darurat Beijing menceritakan pengalamannya. 

Wabah influenza A di banyak tempat di daratan telah membuat para dokter melaporkan peningkatan penyakit serius dan kematian, serta kematian banyak anak di media sosial, tetapi CDC tidak memperingatkan masyarakat tentang hal itu, dan media resmi tidak banyak menyinggungnya. (Tangkapan layar dari Internet / komposit epochtimes)

Lima tahun setelah COVID-19 mewabah di Wuhan, Tiongkok masih belum sepenuhnya pulih dari pandemi. Beberapa dokter mengungkapkan bahwa pasien pneumonia parah meningkat pesat dan jumlah kematian pun melonjak.

“Infeksi berulang dan vaksinasi yang berlebihan telah merusak sistem kekebalan tubuh manusia secara total. Kemampuan melawan virus telah menurun drastis. Dalam situasi seperti ini, infeksi ulang bisa membahayakan jiwa kapan saja,” ujar Mantan Direktur Departemen Akupunktur Rumah Sakit Tiongkok, David Xu. 

Di media sosial Tiongkok, banyak beredar kabar tentang kematian anak-anak akibat demam tinggi. 

Pada 3 Januari, seorang pembawa acara terkenal, Rao Jing, menyampaikan bahwa anaknya meninggal hanya dua hari setelah mengalami demam. Namun, laporan tentang kematian akibat infeksi terus disembunyikan oleh pihak pemerintah.

Sejak Agustus 2023, pendiri Falun Gong, Master Li Hongzhi, telah memperingatkan bahwa pandemi COVID-19 terutama ditujukan pada Partai Komunis serta mereka yang mendukung dan bekerja untuk partai tersebut. Menurutnya, banyak korban jiwa termasuk anak-anak muda.

Dalam tulisannya yang berjudul Rasional, Master Li menyarankan, “Menjauhlah dari partai jahat PKT, jangan berdiri di pihak partai jahat, karena di belakangnya adalah iblis merah, perilaku permukaannya adalah berandal, bahkan berani melakukan segala kejahatan. Dewa akan mulai memberantasnya, dan mereka yang berdiri di pihaknya juga akan disingkirkan.” (hui)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine