ETIndonesia. Sebuah pesawat komersial Amerika bertabrakan dengan helikopter militer AS saat mendarat di Bandara Nasional Reagan, Washington. Dari total 67 orang di kedua pesawat, sejauh ini telah ditemukan 30 jenazah korban tewas. Rekaman terakhir dari helikopter militer juga telah terungkap.
Pesawat Meledak di Udara Sebelum Jatuh ke Sungai Potomac
Pada Rabu (29/1/2025) malam, sebuah pesawat komersial Amerika bertabrakan dengan helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat AS di atas Bandara Nasional Reagan, Washington. Setelah meledak di udara, kedua pesawat jatuh ke Sungai Potomac.
Wali Kota Washington, Muriel Bowser, mengatakan: “Kami di sini untuk memberi tahu semua orang tentang tragedi mendadak yang terjadi malam ini.”
Menurut pihak berwenang, pesawat komersial berangkat dari Wichita, Kansas, menuju Washington, dengan 60 penumpang dan 4 kru, sementara helikopter militer membawa 3 tentara.
14 Atlet Seluncur Indah, Termasuk Juara Dunia dari Rusia, Ikut Tewas
Di antara korban, setidaknya 14 orang adalah atlet seluncur indah, termasuk pasangan juara dunia asal Rusia, Shishkova dan Nomov. Mereka baru saja mengikuti Kejuaraan Seluncur Indah AS dan pelatihan tingkat lanjut di Wichita, sebelum kembali ke Washington dan mengalami kecelakaan tragis ini.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyampaikan belasungkawa: “Sayangnya, berita duka ini telah dikonfirmasi. Ada juga beberapa warga negara kami di antara korban.”
Kesaksian Saksi Mata: “Seperti di Zona Perang”
Beberapa saksi mata melaporkan melihat asap tebal di sisi selatan Bandara Reagan.
Seorang saksi, Abadi Ismael, menggambarkan momen kejadian: “Tiba-tiba saya mendengar suara ‘boom boom’. Itu suara yang sangat tidak biasa, bukan suara yang biasa kita dengar. Suaranya seperti di zona perang, seperti dalam film aksi.”
Penyebab Tabrakan: Kesalahan dalam Komunikasi atau Masalah Teknis?
Rekaman percakapan menunjukkan bahwa 30 detik sebelum tabrakan, pengawas lalu lintas udara bertanya apakah helikopter dapat melihat pesawat dan menginstruksikan agar helikopter terbang melewati bagian belakang pesawat. Pilot helikopter menjawab “dalam jangkauan visual”, lalu meminta izin untuk mendekati pesawat komersial, yang kemudian disetujui oleh pengawas. Sekitar 20 detik kemudian, kedua pesawat bertabrakan.
Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyatakan dalam konferensi pers bahwa kedua pesawat terbang dalam mode standar sebelum tabrakan.
“Seiring dengan proses investigasi dan pemulihan badan pesawat, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) akan menganalisis insiden ini bersama dengan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) untuk memberikan laporan terbaik kepada rakyat Amerika,” ujarnya.
Pakar: Helikopter Black Hawk Tidak Mengaktifkan Sistem Pelacakan
Para pejabat mengatakan bahwa cuaca saat itu baik dan pesawat sedang dalam proses pendaratan rutin, namun insiden ini tetap terjadi.
Menurut Jeffrey Thomas, editor Aviation News dan pakar penerbangan, penyebab utama kecelakaan kemungkinan karena helikopter Black Hawk tidak mengaktifkan sistem pelacakan ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast).
“Helikopter tersebut tidak mengaktifkan sistem ADS-B. Jika mereka ingin melakukan latihan semacam ini, mereka seharusnya melakukannya jauh dari bandara komersial yang sibuk seperti Bandara Nasional Reagan.”
Departemen Pertahanan AS Segera Meluncurkan Investigasi
Pada Kamis (30 Januari), Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengumumkan melalui media sosial bahwa Angkatan Darat dan Departemen Pertahanan AS telah memulai penyelidikan atas insiden ini. (hui)
Sumber : NTDTV.com


