Petunjuk dari Arwah Putrinya: Mengungkap Kasus Orang Hilang

EtIndonesia. Pada tahun 1827 silam, di Polstead, Suffolk, Inggris, seorang pemuda yang terkenal dengan reputasi buruk sebagai playboy bernama William Corder berhasil menjalin hubungan dengan Maria Marten. Mereka berencana untuk melarikan diri bersama. Sebelum pergi, mereka berjanji untuk bertemu di Red Barn, sebuah bangunan terkenal di kota tersebut. Namun, setelah memasuki tempat itu bersama, hanya William yang keluar sendirian.

Tak lama setelah Maria menghilang, William diam-diam meninggalkan kota tanpa ada yang melihatnya membawa serta Maria. Meski begitu, William rutin mengirim surat kepada keluarga Maria untuk memberikan kabar. Anehnya, tidak satu pun dari surat-surat tersebut ditulis oleh Maria. Setiap kali keluarganya bertanya, William selalu memberikan alasan, seperti Maria sedang sakit, tangannya terluka, atau suratnya hilang di kantor pos. Keluarga Maria pun tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah Maria masih hidup atau sudah meninggal.

Beberapa bulan kemudian, ibu tiri Maria mulai mengalami firasat. Dia sering bermimpi melihat Maria, dalam mimpi tersebut Maria tampak berada di dalam Red Barn, dibunuh dengan keji, lalu dikuburkan di dalamnya. Sang ibu tiri percaya bahwa arwah putrinya sedang memberikan petunjuk kepadanya. Setelah berulang kali membujuk suaminya, akhirnya ayah Maria menyetujui pencarian di Red Barn, berharap dapat menenangkan hati istrinya.

Ketika penduduk setempat mulai menggali tanah di dalam Red Barn, mereka benar-benar menemukan jasad Maria yang telah dikubur. Penemuan ini membuktikan bahwa William adalah pembunuhnya. Polisi segera melakukan pencarian terhadap William.

Di sisi lain, William tidak bersembunyi atau melarikan diri. Dia telah menikah dan menjalani kehidupan baru di London. Oleh karena itu, dia dengan mudah ditangkap dan diadili. Di persidangan, William akhirnya mengakui bahwa dia membunuh Maria hanya karena pertengkaran sepele. Dia kemudian menyembunyikan jasad Maria agar tidak ada yang mengetahui perbuatannya.

Akhirnya, William dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung sebagai balasan atas tindakan kejamnya.

Pada abad ke-19, banyak orang percaya bahwa arwah Maria-lah yang memberikan petunjuk, sehingga kasus hilangnya dirinya bisa terungkap dan William bisa dihukum. Peristiwa ini menjadikan Red Barn sebagai lokasi yang sering dikunjungi oleh orang-orang yang penasaran. Bahkan, barang-barang yang ada di dalamnya dijarah oleh para pemburu suvenir.

Adapun William, kerangkanya digunakan sebagai alat pembelajaran di rumah sakit West Suffolk dan kemudian disimpan di Museum Hunterian, Royal College of Surgeons Inggris. Hingga pada tahun 2004, kerangka itu akhirnya dikremasi.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Kita Tidak Bisa Berhenti Membicarakan Orang Lain

Ada cara untuk menggunakan gosip secara bijaksana Debbie Cohen Michelle Tennant tahu betapa menyakitkannya menjadi sasaran gosip yang tidak berdasar. Beberapa tahun lalu, ia mengetahui bahwa seorang...

Apa yang Diungkapkan Pilihan Pakaian Anda Terkait Kepribadian Anda

Seorang peneliti di Universitas New York menemukan bahwa otak manusia membuat 11 penilaian berbeda terhadap orang asing dalam tujuh detik pertama pertemuan.  Psikologi mode (fashion...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine