EtIndonesia. Dua wisatawan asal Rusia tewas saat menyelam di perairan Provinsi Batangas, Filipina, pada Kamis (27 Februari). Salah satu korban diduga tenggelam akibat kehabisan oksigen, sementara tubuh korban lainnya ditemukan dengan kedua lengannya hilang, diduga akibat gigitan hiu.
Mengutip laporan Central News Agency (CNA) dan GMA News Filipina, insiden ini terjadi saat enam wisatawan Rusia dan satu wisatawan Brasil melakukan penyelaman di perairan sekitar Pulau Verde, Batangas. Mereka didampingi oleh dua instruktur selam asal Filipina.
Total sembilan orang penyelam dibagi menjadi dua kelompok. Salah satu kelompok terseret arus deras, dua orang berhasil mengapung ke permukaan dan selamat, tetapi dua lainnya hilang. Kedua korban yang hilang berusia 29 dan 39 tahun.
Setelah menerima laporan, Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard) dan sejumlah instruktur selam melakukan pencarian. Mereka menemukan salah satu korban mengambang di permukaan air dalam keadaan tidak sadarkan diri. Korban segera dievakuasi ke rumah sakit, tetapi dinyatakan meninggal dunia. Diduga, korban tenggelam karena kehabisan oksigen.
Menjelang sore, tim penyelamat menemukan jenazah korban kedua yang mengambang di laut, dikelilingi oleh hiu. Kedua lengan korban telah hilang.
Menurut Penjaga Pantai Filipina, ini adalah pertama kalinya terjadi serangan hiu terhadap penyelam di wilayah tersebut. Namun, para ahli selam menyatakan bahwa meskipun perairan ini memang dihuni oleh hiu, belum pernah ada laporan serangan terhadap manusia dalam 40 tahun terakhir. Mereka juga menduga bahwa arus deras mungkin telah menghantam korban ke terumbu karang atau bebatuan, menyebabkan luka yang kemudian menarik perhatian hiu.
Saat ini, Penjaga Pantai Filipina bersama pemerintah daerah dan operator penyelaman sedang membahas langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan memperketat regulasi keselamatan penyelaman. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


