EtIndonesia. Li Hongbin, mantan pemilik pabrik pakaian di Tiongkok, mengalami kebangkrutan akibat penindasan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Ia mengungkapkan bahwa sifat asli PKT adalah merampas.
Li Hongbin, yang berasal dari Wenzhou, mendirikan pabrik pakaian pada tahun 2003 dengan luas sekitar 15 mu (sekitar 10.000 meter persegi). Pabrik tersebut memiliki nilai produksi tahunan lebih dari RMB.30 juta dan mempekerjakan hampir 500 karyawan.
Pada tahun 2012, Li Hongbin tertipu oleh pemerintah setempat dan menginvestasikan seluruh uangnya ke Fuyang, Anhui. Setelah itu, ia berjuang keras mempertahankan bisnisnya selama delapan tahun.
Li Hongbin, mantan pemilik pabrik pakaian di Tiongkok: “Saat pabrik sudah beroperasi, berbagai lembaga seperti dinas industri dan perdagangan, departemen sipil, komunitas setempat, hingga dinas pengawasan kesehatan akan datang menagih uang. Jika tidak memberi uang, kami tidak bisa berproduksi.”
Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 melanda, dan pemerintah menerapkan kebijakan lockdown yang menutup pabrik serta jalanan. Hal ini menyebabkan pabriknya terpaksa berhenti beroperasi.
Li Hongbin: “Para pekerja tidak bisa masuk kerja. Pesanan yang sudah diterima tidak dapat diselesaikan. Jika tidak selesai, kami harus membayar denda karena melanggar kontrak. Hal ini akhirnya membuat pabrik saya bangkrut.”
Ia mengatakan bahwa kegagalannya dalam berbisnis dimulai sejak ia percaya pada PKT.
Li Hongbin: “PKT adalah organisasi jahat yang menindas rakyat. Mereka melakukan segala cara untuk merampas seluruh harta kita dan menjadikannya milik mereka sendiri.”
Pada tahun 2023, ia akhirnya berhasil melarikan diri dari Tiongkok dan tiba di Amerika Serikat yang bebas. Ia berharap masyarakat Tiongkok bisa sadar akan sifat jahat PKT dan berani menentangnya.
Li Hongbin: “Saudara-saudari kita di dalam negeri jangan sampai tertipu oleh PKT. Kalian harus bangkit sendiri, memiliki keyakinan, dan seperti saya, berani melangkah keluar dan secara langsung mengungkap kejahatan Partai Komunis.”
Menurut laporan, dalam beberapa tahun terakhir, banyak pengusaha swasta di Tiongkok yang mengalami penindasan oleh PKT. Banyak dari mereka kehilangan seluruh kekayaan mereka dalam semalam, sementara keluarga mereka turut terjerat dan dipenjara. Banyak miliarder akhirnya melarikan diri ke luar negeri dan menjadi pengungsi. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


