‘Tukang Cukur Wanita Tertua di Dunia’, 108 Tahun, Menginspirasi dengan Kebijaksanaan ‘Tidak Menyimpan Dendam, Tidak Merasa Cemburu’

EtIndonesia. Seorang wanita Jepang berusia 108 tahun telah dihormati oleh Guinness World Records sebagai “tukang cukur wanita tertua di dunia”, setelah mendedikasikan 94 tahun untuk keahliannya dan terus menginspirasi banyak orang di media sosial.

Pada tanggal 5 Maret, Shitsui Hakoishi yang berusia seratus tahun, yang mengelola tempat pangkas rambut di Nakagawa, Prefektur Tochigi, menerima pengakuan bergengsi ini dari Guinness World Records.

Hakoishi memulai kariernya selama sembilan dekade pada tahun 1931 ketika dia meninggalkan kampung halamannya ke Tokyo, menjadi pekerja magang di sebuah salon kecil dan memperoleh lisensi tukang cukurnya pada usia 20 tahun.

Kemudian, dia menikah dan membuka tempat pangkas rambut sendiri bersama suaminya di Tokyo pada tahun 1939. Namun, hidupnya berubah secara tragis selama Perang Dunia II ketika dia kehilangan suaminya dan salonnya hancur dalam serangan udara.

Meskipun mengalami kesulitan, dia menolak untuk menyerah pada takdir. Pada tahun 1953, dia kembali ke Nakagawa dan mendirikan tempat pangkas rambut lainnya.

Saat ini, dia terus memberikan layanan tata rambut kepada beberapa pelanggan setia setiap bulan, dan menyatakan bahwa dia “tidak berencana untuk berhenti bekerja.”

Pada tahun 2020, Hakoishi dengan bangga terpilih sebagai pembawa obor Olimpiade Tokyo. Dia berjalan lebih dari 1.000 langkah setiap hari sambil membawa tongkat yang beratnya setara dengan obor untuk latihan.

“Pada saat saya mengangkat obor, saya merasa benar-benar hidup,” kenangnya.

Hakoishi mengaitkan umur panjangnya yang luar biasa dengan menjaga pola makan sehat yang terdiri dari makanan ringan dan melakukan lusinan latihan rutin setiap pagi, seperti berjalan-jalan, gerakan bahu, dan peregangan kaki.

Dia mengungkapkan bahwa mencapai Rekor Dunia Guinness telah menjadi tujuannya dalam beberapa tahun terakhir, dan dia merasakan kegembiraan yang luar biasa saat mencapainya.

Dia menghadiri upacara tersebut bersama kedua anaknya: putranya, yang juga memperoleh lisensi tukang cukur dan menulis buku yang mengisahkan hidupnya, dan putrinya, yang menjadi relawan untuk mendukung para penyandang disabilitas sambil menjalani hidup dengan cerebral palsy.

Selama upacara penghargaan, Hakoishi berbagi kegembiraannya: “Saya benar-benar diliputi kebahagiaan. Saya berterima kasih kepada semua orang di komunitas ini. Hidup ini penuh dengan kesulitan sejak masa muda saya, tetapi sekarang saya benar-benar bahagia. Saya akan terus menjalaninya selama saya bisa.”

Dia juga menyampaikan filosofi hidupnya: “Jangan menyimpan dendam, jangan merasa cemburu, dan jangan bertengkar,” sebuah pelajaran dari ibunya yang membuatnya tetap positif dan optimis selama puluhan tahun menghadapi tantangan.

Ketahanan dan semangat hidupnya telah menginspirasi banyak orang di dunia maya.

Seorang individu berkomentar: “Ini bukan hanya tentang kesehatan; penting untuk memiliki tujuan setiap hari.”

Yang lain menambahkan: “Dia tidak hanya berumur panjang, tetapi juga luar biasa bahwa dia tetap berpikiran jernih, mampu bekerja dan berkomunikasi dengan efektif di usianya.” (yn)

Sumber: scmp

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine