EtIndonesia. Pada Kamis (13 Maret), sekitar 150 pengunjuk rasa radikal menyerbu Trump Tower di New York, menuntut pembebasan aktivis pro-Palestina, Mahmoud Khalil. Polisi New York menangkap setidaknya 98 orang.
Massa di lokasi: “Free Palestina!”
Ratusan pengunjuk rasa mengenakan kaos merah seragam, tiba-tiba memasuki area makan di Trump Tower di Fifth Avenue, Manhattan, pada Kamis pagi. Mereka meneriakkan slogan dan menuntut pembebasan Mahmoud Khalil, mantan mahasiswa Universitas Columbia sekaligus pemimpin demonstrasi pro-Palestina.
Diketahui, para pengunjuk rasa berasal dari organisasi bernama Jewish Voice for Peace (Suara Yahudi untuk Perdamaian).
Sonya Meyerson-Knox, Direktur Komunikasi Jewish Voice for Peace: “Kami menuntut pembatalan penculikan inkonstitusional terhadapnya (Khalil). Kami menuntut pembebasan Khalil.”
John Chell, Inspektur Polisi NYPD: “Sekitar pukul 11:30 pagi, sekitar 150 demonstran memasuki gedung melalui dua pintu masuk, masing-masing kelompok terdiri dari 10 hingga 20 orang. Awalnya mereka mengenakan pakaian biasa, tetapi begitu masuk ke lobi, mereka melepas jaket luar mereka, memperlihatkan kaos merah seragam, dan memulai aksi demonstrasi pro-Palestina.”
Polisi tiba di lokasi pada pukul 12:30 siang dan memberikan tiga kali peringatan sebelum menangkap mereka yang menolak untuk pergi.
John Chell: “Kami menangkap sekitar 98 orang dengan tuduhan memasuki properti tanpa izin dan menolak penangkapan. Tidak ada yang terluka, tidak ada kerusakan properti, dan seluruh proses berlangsung secara profesional.”
Pada Sabtu lalu, lulusan Universitas Columbia, Mahmoud Khalil, ditangkap dan ditahan oleh pemerintahan Trump karena mengorganisir serta berpartisipasi dalam aksi pro-Palestina. Pemerintah berencana untuk mendeportasinya. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


