Baik di Myanmar maupun Thailand, operasi penyelamatan pasca gempa masih berlangsung dengan berpacu melawan waktu. Namun, seiring berjalannya waktu, harapan bagi para korban yang terjebak semakin menipis. Seorang petugas penyelamat: “Tetap kuat, jangan banyak bergerak. Semuanya sudah baik, kamu sudah aman.”
EtIndonesia. Pada hari keempat setelah gempa, petugas penyelamat berhasil mengevakuasi seorang gadis berusia 13 tahun bernama Pan Ei dari reruntuhan kuil di Mandalay. Saat gempa terjadi, ia sedang mengikuti kelas musim panas di kuil tersebut. Menurut seorang biksu, sebanyak 20 murid berhasil diselamatkan, sementara 13 lainnya meninggal dunia.
Mandalay, yang terkena dampak besar akibat gempa, bukan hanya ibu kota kuno Myanmar tetapi juga pusat produksi dan perdagangan batu giok yang terkenal di Asia. Hotel WinStar, yang runtuh akibat gempa, adalah tempat favorit bagi para pedagang batu giok asal Tiongkok. Diperkirakan masih ada puluhan pengusaha Tiongkok yang terjebak di bawah reruntuhan, sementara para penyintas terus menunggu keajaiban terjadi di sekitar lokasi bencana.
“Kemungkinan menemukan korban selamat hampir nol. Ini sudah hari kelima atau keenam sejak gempa, dan cuaca sangat panas,’ kata Petugas penyelamat asal India, Singh.
Jumlah korban tewas akibat gempa kini telah meningkat menjadi 3.003 orang, dengan lebih dari 4.500 orang terluka.
Namun, karena jaringan listrik dan komunikasi hancur serta kurangnya pasokan medis dan kebutuhan dasar, sulit untuk menilai sepenuhnya besarnya kerusakan. Rekaman dari lokasi bencana menunjukkan warga mengantri panjang untuk mendapatkan makanan, sementara banyak orang harus mendirikan tenda dan tidur di luar ruangan. Komunitas internasional telah mengirimkan bantuan.
Sebuah laporan mengungkapkan bahwa pada Selasa malam, militer Myanmar melepaskan tembakan peringatan terhadap konvoi Palang Merah Tiongkok yang membawa bantuan kemanusiaan. Militer menyatakan bahwa setelah upaya mereka untuk menghentikan konvoi gagal, mereka menembakkan tiga kali tembakan ke udara dari jarak 100 meter, barulah konvoi tersebut berbalik arah.
Pada hari yang sama, pemerintah militer Myanmar mengumumkan gencatan senjata dari 2 April hingga 22 April untuk memungkinkan operasi penyelamatan dan rekonstruksi. Pihak oposisi juga telah mengumumkan gencatan senjata untuk mendukung upaya kemanusiaan.
Di Bangkok, Thailand, gedung Kantor Audit Nasional, yang dibangun oleh China Railway No. 10 Bureau, runtuh akibat gempa di Myanmar, menyebabkan sedikitnya 15 orang tewas, 9 orang terluka, dan 72 orang hilang.
Pemindaian terbaru dengan sinar-X menunjukkan 70 tanda kehidupan di antara reruntuhan di lantai 17 hingga 20, memberikan harapan baru bagi tim penyelamat.
“Saya masih berharap. Tolong temukan cucu saya,” ujar seorang warga Thailand, Khotchomphun.
Asosiasi Anjing Penyelamat Thailand mengerahkan 12 anjing penyelamat terlatih untuk membantu pencarian dan memberikan dukungan emosional bagi keluarga korban.
Gedung ini menjadi satu-satunya bangunan di Thailand yang runtuh akibat gempa, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kualitas konstruksi bangunan Tiongkok. Pemerintah Thailand telah memerintahkan penyelidikan.
Selain itu, empat pria Tiongkok yang masuk ke area terlarang untuk mengambil dokumen dari gedung yang runtuh telah dihukum sebulan penjara dan didenda 3.000 baht pada Selasa (1 April).
Sumber : NTDTV.com


