4 Makanan Alami Terbaik untuk Menambah Kalsium – Nomor Terakhir Jarang Diketahui Orang

EtIndonesia. Tulang manusia merupakan jaringan yang terus mengalami metabolisme. Di dalamnya, terdapat osteoblas (sel pembentuk tulang) yang bertugas membentuk jaringan tulang baru, dan osteoklas (sel perombak tulang) yang berfungsi mengurai jaringan tulang yang sudah tua atau rusak. Saat masih muda, aktivitas osteoblas jauh lebih dominan, sehingga kepadatan dan kualitas tulang akan terus meningkat.

Namun seiring bertambahnya usia, terutama pada lansia, aktivitas pembentukan tulang melambat, dan muncullah masalah kesehatan seperti osteoporosis, yang kini menjadi penyakit umum dalam masyarakat yang semakin menua.

Gejala Osteoporosis

Di tahap awal, osteoporosis sering tidak menunjukkan gejala apa pun. Banyak orang baru mengetahuinya setelah mengalami patah tulang, dan saat itu kondisinya biasanya sudah cukup parah. Karena itu, osteoporosis kerap disebut sebagai “pembunuh tersembunyi“.

Dalam kondisi yang lebih serius, osteoporosis bisa menyebabkan gejala seperti nyeri pinggang dan punggung, bongkok, atau penurunan tinggi badan. Gejala-gejala ini bisa jadi pertanda adanya perubahan bentuk tulang belakang, dan penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Karena itu, asupan kalsium sehari-hari sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang.

Mengapa Kita Perlu  Cukup Kalsium?

Kalsium merupakan nutrisi penting bagi tubuh manusia. Pada remaja, kekurangan kalsium bisa menghambat pertumbuhan fisik, menyebabkan kekurangan gizi, tubuh menjadi lemah, daya tahan tubuh menurun, dan lebih rentan terhadap infeksi virus atau bakteri. Dalam kasus parah, kekurangan kalsium juga bisa memengaruhi perkembangan kecerdasan anak.

Bagi lansia, kekurangan kalsium dapat menyebabkan osteoporosis, yang mengakibatkan nyeri punggung, nyeri tulang belakang, dan gangguan lainnya. Oleh karena itu, mencukupi kebutuhan kalsium penting bagi semua usia — baik anak-anak, remaja, maupun orang tua.

Berikut ini empat makanan alami terbaik yang dikenal sebagai “suplemen kalsium alami”. Cukup konsumsi sedikit setiap hari, tubuh akan menjadi lebih sehat dan kuat!

1. Keju

Keju adalah hasil konsentrasi dari sari pati susu sapi. Mengandung kalsium tinggi, protein, bakteri asam laktat, serta berbagai zat gizi lainnya. Ini sangat bermanfaat baik untuk anak-anak yang sedang tumbuh maupun lansia yang kekurangan kalsium.

Kandungan kalsium dalam keju jauh lebih tinggi dibandingkan susu dengan berat yang sama. Selain itu, keju mengandung bakteri asam laktat yang membantu pencernaan, serta protein, vitamin, dan lemak dalam jumlah tinggi — cocok dikonsumsi hampir semua orang.

Namun karena kandungan gizinya sangat padat, keju tidak disarankan dikonsumsi berlebihan. Konsumsi berlebihan bisa menyebabkan kembung, gangguan pencernaan, atau penambahan berat badan.

2. Kulit Udang Kering (Ebi)

Kulit udang kering atau ebi adalah hasil pengolahan udang kecil melalui proses perebusan dan pengeringan. Kulit udang merupakan salah satu makanan dengan kandungan kalsium tertinggi. Setiap 100 gram kulit udang mengandung sekitar 1000 mg kalsium.

Dibandingkan udang segar, kulit udang lebih murah, mudah disimpan, rendah lemak, serta kaya akan mineral penting seperti kalium dan yodium. Untuk anak-anak dan ibu hamil, kulit udang menjadi pilihan alami yang sangat baik untuk menambah asupan kalsium.

3. Saus Wijen (Tahin / Goma)

Saus wijen kaya kalsium, efektif mencegah osteoporosis dan rakhitis. (Sumber gambar: Adobe Stock)

Saus wijen mengandung protein tinggi, lemak sehat, serta berbagai vitamin dan mineral. Nilai gizinya sangat tinggi. Yang paling penting, saus wijen mengandung kalsium dalam jumlah besar, sehingga dapat mencegah penyakit akibat kekurangan kalsium seperti osteoporosis dan rakhitis (penyakit tulang pada anak-anak).

4. Rumput Laut (Kombu/Kelp) – Banyak Orang Tidak Menyangka!

Rumput laut merupakan jenis tumbuhan laut berwarna cokelat. Fungsi yang paling dikenal dari rumput laut adalah sumber yodium alami, yang dapat membantu mencegah hipotiroidisme (gangguan tiroid karena kekurangan yodium).

Namun, sedikit orang tahu bahwa kandungan kalsium dalam rumput laut juga sangat tinggi, dan mampu mengurangi risiko kekurangan kalsium secara alami.

Meski begitu, rumput laut tidak boleh dikonsumsi berlebihan, karena kandungan yodiumnya sangat tinggi, yang bisa menyebabkan hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif). Selain itu, orang dengan sistem pencernaan lemah, penderita hipertiroidisme karena kelebihan yodium, ibu hamil, dan ibu menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi rumput laut dalam jumlah banyak.

Kesimpulan

Kalsium memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tubuh, serta mempertahankan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia. Cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan kalsium adalah melalui pola makan alami.

Karena itu, mengenali dan memilih makanan yang tinggi kalsium sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh adalah langkah paling bijak untuk menjaga kesehatan jangka panjang.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine