Percobaan Kimia Remaja Tiongkok Berujung Tragis: Lengan Hilang, Mata Rusak

EtIndonesia. Seorang remaja di Tiongkok kehilangan lengannya dan hampir buta pada salah satu matanya setelah percobaan sains di rumahnya yang mengakibatkan ledakan.

Bocah berusia 15 tahun itu tinggal bersama keluarganya di sebuah blok perumahan di Guangzhou, yang terletak di Provinsi Guangdong selatan, ketika insiden itu terjadi pada tanggal 6 April, menurut laporan.

Remaja itu segera dilarikan ke rumah sakit, dengan ayahnya, yang diidentifikasi dengan nama keluarga Huang, mengungkapkan bahwa kedua mata putranya mengalami cedera serius, dengan kulit di sekitarnya “hancur total”.

“Mata kanan anak saya hampir tidak bisa melihat apa pun, sementara mata kirinya masih berfungsi,” kata Huang.

Remaja itu harus menjalani cangkok kulit dan operasi transplantasi kornea. Sementara itu, salah satu lengannya diamputasi, dan dia akan membutuhkan anggota tubuh buatan di masa mendatang.

Penghuni gedung tersebut memberi tahu media lokal bahwa mereka merasakan tanah berguncang ketika ledakan itu terjadi. Otoritas manajemen darurat mengonfirmasi bahwa ledakan itu merupakan hasil dari eksperimen kimia yang dilakukan oleh bocah tersebut.

‘Sifat eksperimen tidak jelas’

Remaja tersebut saat ini adalah siswa sekolah menengah tahun kedua dan belum mulai belajar kimia, karena kurikulum bahasa Mandarin memperkenalkan mata pelajaran tersebut pada tahun ketiga.

Menurut Huang, meskipun tidak tahu apa pun tentang kimia, putranya memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap mata pelajaran tersebut dan sering mencoba-coba eksperimen semacam itu.

“Dia pernah melakukan eksperimen di rumah sebelumnya. Kami tidak pernah menduga ini akan menyebabkan kecelakaan,” kata Huang.

Masih belum jelas eksperimen spesifik apa yang dilakukannya yang mengakibatkan ledakan dengan intensitas seperti itu. Komite perumahan setempat mengatakan mereka telah meluncurkan penyelidikan untuk memastikan apakah ledakan tersebut memengaruhi integritas struktural bangunan.

Komite tersebut juga telah meluncurkan kampanye donasi di dalam komunitas untuk mendukung perawatan medis bocah tersebut. (yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine