Untuk menekan kelompok Hamas, agar segera membebaskan sandera yang tersisa, Israel pada Kamis (24 April) meningkatkan operasi militernya di Jalur Gaza. Sebelumnya, militer Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi untuk wilayah Gaza Utara.
EtIndonesia. Menurut laporan AFP, Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Eyal Zamir, saat menginspeksi pasukan Israel di Gaza pada 24 April, menyatakan bahwa jika Hamas tidak segera membebaskan sandera yang tersisa, Israel akan memperluas serangan di Gaza.
“Jika dalam waktu dekat tidak ada kemajuan dalam isu pemulangan para sandera, kami akan memperluas operasi, melakukan tindakan yang lebih besar dan signifikan,” ujarnya.
Pada saat yang sama, militer Israel kembali mengeluarkan perintah evakuasi untuk Gaza Utara.
Tim penyelamat dan tenaga medis di Gaza menyatakan bahwa serangan udara Israel hari ini telah menewaskan sedikitnya 55 orang.
Kelompok Hamas melancarkan serangan mendadak terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik sekitar 250 orang sebagai sandera. Menanggapi hal itu, Israel meluncurkan operasi militer terhadap wilayah Gaza yang dikuasai Hamas.
Setelah berbagai upaya mediasi, gencatan senjata antara Israel dan Hamas sempat mulai berlaku pada 19 Januari 2025. Namun setelah kegagalan memperpanjang kesepakatan tersebut, Israel kembali melanjutkan operasi militernya di Gaza pada 18 Maret.
Pejabat Israel menyatakan bahwa operasi militer akan terus berlangsung hingga 59 sandera yang tersisa dibebaskan, dan wilayah Gaza telah didemiliterisasi. Namun, Hamas menolak untuk menyerah dan menyatakan bahwa mereka hanya akan membebaskan sandera jika ada kesepakatan untuk mengakhiri perang. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


