Ancaman bagi Keamanan Nasional, Financial Times: Politisi Partai Republik AS Desak Delisting 25 Perusahaan Tiongkok

EtIndonesia. Menurut laporan Financial Times Inggris, dua anggota Kongres dari Partai Republik Amerika Serikat meminta Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk menghapus pencatatan 25 perusahaan Tiongkok dari bursa saham AS, termasuk Alibaba, karena diduga memiliki kaitan dengan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dan dianggap berpotensi membahayakan keamanan nasional AS.

Mengutip Reuters, dua anggota Kongres yang dimaksud adalah Ketua Komite tentang Partai Komunis Tiongkok DPR AS, John Moolenaar, dan Ketua Komite Khusus Senat tentang Penuaan, Rick Scott. Keduanya dikabarkan bersama-sama mengirim surat kepada Ketua SEC, Paul Atkins, untuk mendesak tindakan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

Perusahaan yang disebutkan termasuk raksasa mesin pencari Baidu, platform e-commerce JD.com, serta platform media sosial populer Weibo.

Dalam surat tersebut, kedua anggota Kongres menyatakan: “Entitas-entitas ini di satu sisi mendapat keuntungan dari modal investor AS, namun di sisi lain mereka mendukung tujuan strategis Partai Komunis Tiongkok, termasuk modernisasi militernya dan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia, yang menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi para investor Amerika.”

Mereka juga menambahkan bahwa meskipun perusahaan-perusahaan Tiongkok ini tampak komersial di permukaan, “pada akhirnya mereka digunakan untuk melayani tujuan negara yang jahat.”

Kedua politisi ini menekankan bahwa SEC memiliki kewenangan dan alat yang diberikan oleh Undang-Undang Akuntabilitas Perusahaan Asing (Holding Foreign Companies Accountable Act) untuk menangguhkan perdagangan dan memaksa perusahaan-perusahaan tersebut keluar dari bursa AS.

Saat ini terdapat lebih dari 100 perusahaan Tiongkok yang tercatat di bursa saham AS, dengan nilai kapitalisasi pasar gabungan sekitar 1 triliun dolar AS. Sejak dimulainya perang dagang antara dua ekonomi terbesar dunia itu, kekhawatiran investor terhadap potensi delisting perusahaan-perusahaan tersebut kembali mencuat. (Hui)

Disadur dari Central News Agency

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine