EtIndonesia. Dalam sebuah video yang disiarkan pada 4 Mei, Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia memiliki kekuatan dan kemampuan yang cukup untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina dengan hasil yang sesuai dengan kepentingan Rusia, tanpa perlu menggunakan senjata nuklir.
Dalam dokumenter berjudul “Rusia, Kremlin, Putin, 25 Tahun”, yang diproduksi oleh televisi nasional Rusia untuk memperingati 25 tahun kepemimpinan Putin, dia muncul dan menjawab sejumlah pertanyaan, termasuk tentang risiko eskalasi perang menjadi konflik nuklir.
Putin menekankan bahwa Rusia tidak ingin menggunakan senjata nuklir, sambil menuding bahwa Ukraina hanya ingin memprovokasi Moskow agar membuat kesalahan.
“Mereka ingin memancing kami agar kami terpancing dan melakukan kesalahan. Tidak perlu menggunakan senjata-senjata itu… dan saya berharap tidak akan pernah perlu menggunakannya,” ujar Putin.
Dia juga menambahkan: “Kami memiliki kekuatan dan sarana yang cukup untuk memastikan seluruh operasi yang dimulai sejak 2022 dapat diselesaikan dengan hasil yang masuk akal dan sesuai dengan tujuan Rusia.”
Pernyataan tersebut mengacu pada apa yang oleh Kremlin disebut sebagai “operasi militer khusus” di Ukraina yang dimulai tahun 2022.
Pihak Kremlin juga menegaskan bahwa latar belakang konflik Rusia-Ukraina sangat kompleks, dan harapan dari tim Presiden AS, Donald Trump agar konflik bisa cepat diselesaikan sulit terwujud.
Putin: Saya Sedang Memikirkan Soal Pengganti — Kemungkinan Ada Banyak Kandidat
Masih dalam film dokumenter yang sama, Putin merespons tudingan dari negara-negara Barat bahwa dirinya menjalankan kekuasaan secara otoriter. Dia mengatakan bahwa dirinya “telah memikirkan” soal siapa yang akan menggantikannya kelak, dan bahkan memberi sinyal bahwa kemungkinan akan ada lebih dari satu kandidat yang bersaing.
Putin pertama kali naik ke tampuk kekuasaan pada 31 Desember 1999, saat Presiden Rusia saat itu, Boris Yeltsin, menyerahkan jabatan kepadanya. Dia menjabat sebagai presiden dari tahun 2000–2008, kemudian sebagai perdana menteri hingga 2012, dan kembali menjadi presiden hingga saat ini.
Kini berusia 72 tahun, Putin ditanya dalam film tersebut apakah dia pernah memikirkan soal suksesi.
Dia menjawab: “Saya telah memikirkan soal itu.”
Dia menambahkan:“Pilihan akhir tetap di tangan rakyat — rakyat Rusia. Saya rasa sebaiknya ada satu orang, atau beberapa orang, agar rakyat bisa punya pilihan.”
Menurut konstitusi Rusia, jika seorang presiden tidak dapat menjalankan tugasnya, maka kekuasaan akan berpindah sementara kepada Perdana Menteri, yang saat ini dijabat oleh Mikhail Mishustin.
Ukraina Tuding Rusia Luncurkan Serangan Drone di Kyiv pada Malam Hari
Di hari yang sama, Sabtu, 4 Mei, militer dan pejabat Ukraina melaporkan bahwa Rusia melancarkan serangan drone pada malam hari ke ibu kota Kyiv, menyebabkan setidaknya 11 orang terluka, termasuk dua anak-anak, dan beberapa bangunan tempat tinggal terbakar.
Kepala Administrasi Militer Kyiv, Timur Tkachenko, menginformasikan lewat media sosial bahwa puing-puing drone yang berhasil dijatuhkan menyebabkan kebakaran di beberapa wilayah, yakni Distrik Obolonskyi dan Distrik Sviatoshynskyi.
Layanan Darurat Ukraina menyebut dalam unggahan di Telegram bahwa sebanyak 76 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api, termasuk di Distrik Shevchenkivskyi, yang mengalami kebakaran lebih kecil.
Militer Ukraina juga mengungkapkan bahwa Rusia mengerahkan 165 unit drone pada malam tersebut, di mana 69 berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Ukraina, sementara 80 lainnya tidak diketahui keberadaannya atau nasibnya.(jhn/yn)


