Asap putih mengepul dari Kapel Sistina, Paus Asal Amerika Pertama Terpilih

EtIndonesia. Identitas Paus baru diumumkan dari balkon utama Basilika Santo Petrus yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus. Kardinal Amerika Serikat berusia 69 tahun, Robert Prevost, secara resmi menjadi Paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat. Tak lama kemudian, Prevost muncul di balkon dan melambaikan tangan kepada para jemaat di lapangan.

Pada Kamis sore, 8 Mei sekitar pukul 18.10 waktu Vatikan, cerobong asap Kapel Sistina mengeluarkan asap putih, menandakan bahwa konklaf rahasia di dalam kapel telah memilih Paus baru.

Melihat asap putih, kerumunan di Vatikan langsung bersorak meriah dan saling berpelukan. Lonceng Basilika Santo Petrus pun berdentang, menandakan terpilihnya Paus baru.

“Saya memberitakan kabar sukacita yang besar: Kita telah memiliki seorang Paus!” kata Kardinal Dominique Mamberti, kepala Kardinal Diakon, dari balkon tengah Basilika Santo Petrus dalam bahasa Latin, mengumumkan kepada Kota Roma dan seluruh dunia nama Paus baru, penerus Santo Petrus.

Robert Prevost memilih nama kepausan Leo XIV. Nama “Leo” berasal dari bahasa Latin yang berarti “singa”, melambangkan kekuatan dan keberanian.

Robert Francis Prevost, yang kini berusia 69 tahun, berasal dari Chicago, Amerika Serikat. Sebelum diangkat menjadi Kardinal pada tahun 2023, sebagian besar kariernya dihabiskan sebagai misionaris di Peru, dan dia pernah menjabat sebagai Uskup Agung Tituler di wilayah Chiclayo, Peru Utara. Prevost jarang diwawancarai media dan jarang tampil di depan publik.

Namun, dia sangat dihormati di dalam Vatikan karena dikenal sebagai sosok yang bisa menjembatani perbedaan pendapat, pandai mendengarkan dan menyeimbangkan berbagai pandangan — dia termasuk dalam kalangan moderat.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump segera menyampaikan ucapan selamat kepada Paus Leo XIV, dan menyebut bahwa ini adalah sebuah kehormatan besar bagi Amerika.

Setelah Paus Fransiskus wafat pada 21 April, pemilihan Paus ke-267 dimulai pada Rabu sore (7 Mei), namun tidak membuahkan hasil hari itu, ditandai dengan munculnya asap hitam dari Kapel Sistina. Pemungutan suara dilanjutkan pada hari Kamis.

Pemilihan Paus dilakukan oleh para Kardinal yang berusia di bawah 80 tahun. Untuk dapat terpilih, seorang calon harus memperoleh 2/3 suara. Dalam pemilihan kali ini, terdapat 133 Kardinal yang memberikan suara, sehingga kandidat yang terpilih harus mendapatkan setidaknya 89 suara.(hui/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine