Pada Senin (12 Mei), pejabat tinggi militer India dan Pakistan melakukan pembicaraan telepon pertama sejak pengumuman gencatan senjata. Perdana Menteri India Narendra Modi juga memberikan pernyataan pertamanya mengenai konflik terbaru antara India dan Pakistan. Pada hari yang sama, India membuka kembali 32 bandara, sementara pasar saham Pakistan melonjak tajam
EtIndonesia. Senin pagi berlangsung dengan sangat tenang. Pasar-pasar di kota-kota perbatasan India mulai kembali ramai.
“Kami memperkirakan akan lebih banyak orang datang berbelanja di pasar. Orang-orang mulai kembali bekerja. Ini adalah sinyal yang positif. Kami berharap perjanjian gencatan senjata ini bisa bertahan selamanya,” ujar warga setempat, Sharma.
Pada hari Senin, pejabat tinggi militer India dan Pakistan melakukan pembicaraan via telepon mengenai gencatan senjata. Sumber menyebutkan bahwa sejumlah pembatasan antara kedua negara masih diberlakukan, termasuk penghentian perdagangan dan penutupan perbatasan.
Perdana Menteri India Modi dalam pidatonya hari itu menegaskan kembali sikap keras India terhadap terorisme.
“Jika Pakistan ingin selamat, mereka harus menghancurkan infrastruktur teroris mereka. Tidak ada jalan lain menuju perdamaian,” katanya.
Namun, tak lama setelah pidato Modi, terdengar ledakan di kota-kota perbatasan Kashmir yang dikuasai India. Dikabarkan bahwa pasukan pertahanan udara India berhasil mencegat sebuah drone milik Pakistan.
Pada Sabtu sebelumnya, berkat mediasi Presiden Donald Trump, India dan Pakistan mencapai kesepakatan gencatan senjata, mengakhiri beberapa hari pertempuran sengit.
“Kami berhasil mencegah sebuah konflik nuklir. Saya yakin hal ini bisa saja berkembang menjadi perang nuklir besar-besaran, yang bisa menewaskan jutaan orang. Jadi saya sangat bangga atas hal ini,” kata Trump.
Pada Senin pagi, 32 bandara India yang sebelumnya ditutup akibat konflik, kembali dioperasikan untuk penerbangan sipil. Maskapai terbesar India, IndiGo Airlines, menyatakan akan secara bertahap mengaktifkan kembali rute-rute yang sebelumnya dihentikan. Otoritas bandara Pakistan juga mengumumkan bahwa seluruh wilayah udara negara itu kini telah dibuka kembali sepenuhnya.
Sementara itu, indeks saham Pakistan melonjak tajam, begitu pula dengan harga obligasi internasionalnya.
Seorang trader, Arshad Mehmood, mengatakan: “Bursa efek menyambut hangat berita gencatan senjata. Saat pembukaan pasar hari Senin, indeks melonjak lebih dari 9.000 poin, mencapai level 117.000. Ini merupakan rekor baru.” (Hui/asr)
Laporan oleh reporter Yi Jing dari NTDTV


