EtIndonesia. EPada tanggal 14 Mei, seorang penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran menyatakan kepada NBC News bahwa Iran siap menandatangani kesepakatan nuklir dengan Presiden AS, Donald Trump, dengan syarat tertentu, demi pencabutan penuh sanksi ekonomi.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ali Shamkhani, anggota Dewan Penentuan Kebijakan untuk Kepentingan Negara Iran (Expediency Discernment Council). Dia bukan hanya penasihat utama Ayatollah Ali Khamenei dalam bidang politik, militer, dan nuklir, tetapi juga dikenal sebagai salah satu pejabat senior Iran paling terbuka dalam membicarakan negosiasi dengan Amerika Serikat.
Shamkhani menegaskan bahwa Iran bersedia memberikan komitmen tegas untuk tidak memproduksi senjata nuklir, menghancurkan seluruh cadangan uranium yang diperkaya hingga level militer, serta hanya akan memperkaya uranium untuk keperluan sipil pada level rendah. Selain itu, Iran juga siap untuk membuka pintu bagi pengawasan dari inspektur internasional.
Sebagai imbalannya, Iran mengharapkan pencabutan segera terhadap seluruh sanksi ekonomi yang telah membebani negara itu selama bertahun-tahun.
Ketika ditanya apakah Iran bersedia menandatangani kesepakatan tersebut hari ini juga jika semua syarat terpenuhi, Shamkhani menjawab tegas: “Ya.”
Deklarasi Terbuka Terjelas dari Lingkaran Dalam Khamenei
NBC News mencatat bahwa semua keputusan utama terkait keamanan nasional di Iran berada di tangan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dan pernyataan Shamkhani dipandang sebagai sinyal paling jelas dan terbuka sejauh ini dari lingkaran dalam Khamenei mengenai keinginan dan kesiapan Iran untuk mencapai kesepakatan baru.
Shamkhani juga menambahkan: “Ini masih memungkinkan. Jika Amerika menunjukkan konsistensi antara ucapan dan tindakan mereka, kami pasti dapat membangun hubungan yang lebih baik. Hal ini bisa membawa situasi yang lebih baik dalam waktu dekat.”
Trump Ulurkan ‘Ranting Zaitun’ tapi Disambut dengan Skeptisisme
Saat ini Presiden Trump tengah berada dalam kunjungan ke Timur Tengah, dan dalam pidatonya di Arab Saudi, dia menawarkan ‘ranting zaitun’ kepada Iran — sebagai simbol keinginan berdamai. Namun, dia juga memperingatkan bahwa jika Teheran tidak menerima kesepakatan pembatasan program nuklir, maka sanksi ekonomi yang jauh lebih keras akan diberlakukan.
Beberapa jam setelah pidato tersebut, Shamkhani memberikan wawancara eksklusif kepada NBC News, di mana dia menanggapi pernyataan Trump dengan nada skeptis dan penuh kekecewaan.
“Dia menyebutkan ‘ranting zaitun’, tapi kami belum melihatnya. Yang kami lihat hanya kawat berduri penuh duri,” ujar Shamkhani dengan getir. (jhn/yn)


