Rusia Tuduh Serangan Drone Laut Ukraina, Putin Bersumpah Bangun Zona Penyangga di Perbatasan

Pada Kamis (22 Mei), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa dalam dua hari berturut-turut, militer Rusia telah menembak jatuh lebih dari 400 drone Ukraina. Sementara itu, serangan drone Rusia terhadap Ukraina juga tidak pernah berhenti. Menanggapi hal ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia tidak siap untuk menghentikan perang, sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin bertekad membangun zona penyangga keamanan di perbatasan.

EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Rusia pada  Kamis menyebutkan bahwa dari tengah malam hingga pagi hari, militer Rusia menembak jatuh 105 drone Ukraina di seluruh wilayah Rusia, termasuk 35 unit yang dicegat di wilayah Moskow.

Serangan ini menyebabkan penundaan atau pembatalan penerbangan di tiga bandara di Moskow.

Sehari sebelumnya, Rusia juga mengklaim telah menembak jatuh hingga 300 drone Ukraina, tanpa ada laporan korban jiwa. Dalam video yang beredar di internet, terlihat pecahan drone jatuh di halaman sebuah taman kanak-kanak di Domodedovo, dekat Moskow, menciptakan lubang besar di tanah.

Pabrik peralatan semikonduktor Bolkhovsky di wilayah Oryol, yang memasok produk bagi pembuat jet tempur dan rudal Rusia, menjadi salah satu target serangan militer Ukraina.

Selain melancarkan serangan drone ke Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia juga menyatakan bahwa pasukan Rusia tengah maju di titik-titik strategis di garis depan. Presiden Ukraina Zelensky membenarkan situasi yang semakin tegang di medan tempur.

“Situasi di wilayah Donetsk, khususnya di arah Pokrovsk, tetap paling tegang. Kami juga terus aktif di wilayah Kursk dan Belgorod, sebagai bagian dari pertahanan kami yang aktif dan efektif di wilayah Sumy dan Kharkiv,” katanya. 

Zelenskyy juga menegaskan bahwa Rusia belum menunjukkan tanda-tanda ingin gencatan senjata, yang berarti Moskow belum siap untuk mengakhiri perang.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan video dengan para pejabat pemerintah pada  Kamis menyatakan bahwa pasukan Rusia sedang membangun zona penyangga keamanan di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, guna mencegah serangan artileri dari militer Ukraina ke wilayah perbatasan Rusia.

“Keputusan untuk membangun zona penyangga yang diperlukan di perbatasan (dengan Ukraina) telah dibuat. Angkatan bersenjata kita sedang melaksanakan tugas ini. Titik-titik tembak musuh sedang ditindas,” ujar Putin. 

Beberapa waktu lalu, saat berkunjung ke wilayah barat Kursk, Putin juga menyinggung soal pembangunan zona penyangga ini. Ini merupakan kunjungan pertamanya sejak Rusia mengumumkan telah mengusir militer Ukraina dari wilayah tersebut bulan lalu. Namun, Putin tidak mengungkapkan secara spesifik lokasi dan cakupan zona penyangga yang sedang dibangun. (Hui)

Laporan oleh Yi Jing, New Tang Dynasty Television

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine