Sering Mengantuk Setelah Makan? Ini Cara agar Tetap Segar Seusai Makan

EtIndonesia. Menurut prinsip Ayurveda (ilmu kesehatan tradisional India), makanan yang kaya rasa, hangat, dan lembap sangat baik untuk orang dengan tipe tubuh “Vata”, yaitu mereka yang cenderung memiliki sistem saraf yang lebih sensitif.

Makanan seperti sup panas, hidangan rebus, dan bubur hangat sangat menenangkan, terutama di musim dingin. Jenis makanan ini memberikan nutrisi dalam yang dibutuhkan oleh orang-orang dengan sensitivitas tinggi. Karena itu, disarankan untuk banyak mengonsumsi sayuran matang saat musim dingin, dan salad segar saat musim panas.

Mengapa Mengantuk Setelah Makan?

Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks dapat meningkatkan kadar serotonin di otak, yaitu zat neurotransmitter yang membantu sistem saraf menjadi lebih tenang dan rileks. Namun, makanan yang tinggi protein justru bisa menghambat produksi serotonin dan membuat Anda merasa lebih terjaga dan waspada.

Penelitian menunjukkan bahwa setelah makan siang tinggi protein, seseorang cenderung merasa lebih segar. Sebaliknya, jika makan siang tinggi karbohidrat, rasa kantuk lebih mudah muncul (Jacobs, 1998).

Camilan Sehat Antara Waktu Makan

Untuk menjaga energi tetap stabil sepanjang hari, pilihlah camilan sehat di antara waktu makan, seperti:

·        Buah segar

·        Sayuran

·        Yogurt tanpa lemak

·        Kacang-kacangan

·        Biji-bijian

Contoh camilan lezat dan sehat untuk memuaskan keinginan makan manis: potong apel dan pisang (atau buah favorit lainnya), tambahkan satu sendok makan sirup berry alami tanpa gula atau selai buah, lalu taburkan kelapa parut di atasnya.

Sebaiknya hindari menyimpan camilan olahan manis di rumah agar tidak tergoda, dan lebih baik menyediakan makanan sehat alami sebagai alternatif.

Contoh Pola Makan Sehat untuk Orang dengan Sensitivitas Tinggi

Setiap individu memiliki kebutuhan unik. Yang terpenting adalah mengikuti pola makan yang membuat tubuh dan pikiran Anda merasa tenang, untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. 

Berikut beberapa contoh menu harian yang cocok untuk individu dengan sistem saraf sensitif:

Sarapan yang Disarankan

1. Bubur gandum, dedak gandum, atau bekatul – ketiganya memiliki indeks glikemik rendah. Bisa dikombinasikan dengan yogurt tanpa lemak, susu, atau susu kedelai. Taburi kayu manis dan gunakan stevia sebagai pemanis alami untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

2. Roti gandum dari biji-bijian yang sudah tumbuh (sprouted grain bread) – bisa dipadukan dengan mentega tanpa garam, selai tanpa gula, kecap rendah garam, atau keju rendah lemak.

3. Telur goreng menggunakan minyak zaitun semprot (spray) di wajan anti lengket.

Makan Siang yang Disarankan

1. Porsi besar sayuran kukus atau tumis ringan dan/atau salad segar, dikombinasikan dengan sumber protein sehat seperti tuna, salmon, sarden, daging kalkun tanpa lemak, atau ayam. Sajikan bersama roti gandum dari biji-bijian tumbuh. Tambahkan minyak zaitun, kecap rendah garam, atau yogurt tanpa lemak, lalu taburi dengan biji wijen, biji bunga matahari, atau kacang-kacangan.

2. Sup kacang sayuran, sayuran matang atau salad, dan roti dari biji-bijian tumbuh.

Makan Malam yang Disarankan

1. Porsi besar sayuran kukus atau tumis ringan dan/atau salad segar, disajikan dengan biji-bijian utuh, ikan, ayam, atau kalkun tanpa lemak.

2. Hidangan casserole (panggang dalam loyang), sup kacang sayur, atau masakan sehat favorit Anda lainnya, dipadukan dengan sayuran matang atau salad serta roti gandum.

Tips Memasak dan Gaya Hidup

·     Kukus sayuran selama 2–3 menit saja agar tetap renyah dan tidak kehilangan nutrisi seperti vitamin dan enzim.

·     Jika ingin menumis, gunakan minyak zaitun atau semprotan minyak zaitun dan wajan anti lengket.

·     Pilih sayuran organik berwarna cerah dari toko makanan sehat jika memungkinkan.

·     Saat makan hidangan tinggi kalori, makan setengah porsi saja dan kunyah perlahan untuk menikmati rasa setiap suapan.

Pilih Ikan yang Aman dan Bergizi

Jika Anda menyukai ikan, utamakan ikan yang kaya omega-3 dan rendah kandungan merkuri seperti salmon dan sarden. Namun, menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA, 2003), wanita usia subur sebaiknya menghindari ikan hiu, ikan todak, dan makarel raja karena kandungan merkurinya yang tinggi.

Waktu Makan Buah yang Tepat

Hindari langsung makan buah setelah makan besar karena dapat mengganggu pencernaan. Sebaiknya konsumsi buah di antara dua waktu makan atau dua jam setelah makan besar.

Kesimpulan

Seperti disebutkan sebelumnya, tidak ada satu pola makan yang cocok untuk semua orang. Kuncinya adalah mengenali makanan yang membuat Anda merasa tenang dan nyaman, bukan yang membuat Anda tegang atau lelah. Anda bisa mencari buku resep alami dan sehat di perpustakaan atau toko buku, dan terus bereksperimen dengan apa yang paling sesuai untuk tubuh Anda.

Ingatlah, tujuan dari makan bukan hanya untuk kenyang, tapi juga untuk menyehatkan tubuh dan menenangkan jiwa.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine