EtIndonesia. Pada saat Trump menggencarkan kecaman terhadap komunisme, sebuah insiden besar terjadi di Timur Tengah. Menurut laporan media Israel, pada 21 Mei, Pemerintah Israel secara resmi mengirim ultimatum kepada pasukan penjaga perdamaian Tiongkok yang bertugas di Tepi Barat Yordania dan Lebanon. Mereka diperintahkan segera mundur dari lokasi konflik. Tak hanya itu, bahkan sempat terjadi tembakan peringatan yang diarahkan ke diplomat Tiongkok.
Tindakan Israel ini, yang biasanya dikenal sangat serius dalam urusan militer, terbukti bukan sekadar gertakan. Pada 25 Mei, setelah ultimatum diabaikan oleh pihak Tiongkok, Israel melancarkan serangan artileri langsung ke pasukan penjaga perdamaian Tiongkok di Lebanon. Empat personel Tiongkok tewas di tempat, dan fasilitas PBB yang mereka tempati rusak parah.
Insiden ini menjadi sorotan dunia karena pasukan Tiongkok yang diserang berada di bawah mandat PBB. Setelah dilakukan penyelidikan, PBB mengonfirmasi bahwa bom yang digunakan memang milik Israel. Namun, Pemerintah Israel berdalih bahwa serangan itu terjadi akibat “kesalahan pada peta informasi”, dan menolak untuk meminta maaf secara resmi.
“Jika masih ada serangan salah sasaran, baru nanti kita minta maaf bersama-sama,” begitu narasi yang berkembang.
Di tengah kekacauan, fenomena heroisme seperti dalam film “Serigala Perang” (Wolf Warrior) Tiongkok ternyata hanya sebatas layar kaca. Pada kenyataannya, Pemerintah Tiongkok akhirnya menyerah pada tekanan dan mulai menarik mundur pasukannya dari Lebanon dan Israel pada 27 Mei.
Ramai Netizen Tiongkok: Antara Amarah dan Lelucon
Kabar penarikan mundur ini menjadi topik panas di media sosial Tiongkok. Banyak warganet—yang dijuluki “netizen pink” karena nasionalisme mereka—menyuarakan kekecewaan, bertanya-tanya:
“Benarkah Israel benar-benar menyerang pasukan perdamaian Tiongkok? Kenapa tidak bawa pengacara saja, tuntut ke pengadilan internasional?”
Muncul pula guyonan di kalangan warganet, dengan mengaitkan peristiwa tersebut pada iklan pengacara Yahudi terkenal di New York:
“Jika Anda mengalami kecelakaan, pengacara Yahudi terbaik siap memperjuangkan hak Anda, tanpa biaya jika tak ada ganti rugi.”


