EtIndonesia. Seorang turis menuai kecaman luas setelah melompat ke bagian yang dilindungi di situs Tentara Terakota di Xi’an, Tiongkok dan merusak dua patung kuno tersebut.
Insiden tersebut terjadi pada hari Jumat (30/5) ketika seorang pria berusia 30 tahun, yang hanya dikenal sebagai Sun, melompati penghalang pengaman — termasuk pagar pembatas dan jaring — ke salah satu lubang yang menampung tentara tanah liat berusia 2.000 tahun tersebut.
Meskipun lubang tersebut sedalam lebih dari 5m, Sun berhasil turun ke dalamnya dan mulai menarik beberapa patung, menyebabkan kerusakan yang terlihat pada setidaknya dua di antaranya.

Dia baru berhenti ketika petugas keamanan turun tangan dan menahannya.
Pihak berwenang museum telah mengonfirmasi bahwa Sun menderita penyakit mental dan bahwa penyelidikan polisi masih berlangsung.
Situs Tentara Terakota, yang dianggap sebagai salah satu harta arkeologi terbesar di Tiongkok, tetap terbuka untuk pengunjung.

Para pejabat saat ini sedang menilai tingkat kerusakan dan cara terbaik untuk melakukan perbaikan.
Lubang yang dimasuki Sun adalah satu dari ratusan lubang di kompleks luas yang dibangun untuk menjaga makam kaisar pertama Tiongkok, Qin Shi Huang.

Ditemukan pada tahun 1974 oleh petani setempat, area tersebut telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Lubang tersebut berisi lebih dari 8.000 patung terakota, termasuk prajurit, kereta perang, kuda, musisi, akrobat, dan pejabat.
Insiden di Xi’an menambah pola vandalisme yang meresahkan di tempat-tempat bersejarah.
Pada bulan Mei, seorang pria di Vietnam ditangkap setelah menaiki singgasana dinasti Nguyen yang berusia berabad-abad di Istana Thai Hoa di Hue dan mematahkan salah satu sandaran lengannya.
Pihak berwenang mengatakan bahwa dia tampak sangat mabuk dan menunjukkan tanda-tanda psikosis.
Beberapa hari kemudian, Kementerian Kebudayaan Peru mengecam tindakan penodaan warisan budaya lainnya setelah seorang pria terekam sedang menyemprotkan cat simbol falus pada dinding berusia 600 tahun di Chan Chan, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO.(yn)
Sumber: mustsharenews


