Lee Jae-myung Undang Xi Jinping Kunjungi Korea Selatan pada November untuk Hadiri KTT APEC

EtIndonesia. Media Korea Selatan Yonhap News Agency (YNA) melaporkan bahwa Presiden baru Korea Selatan, Lee Jae-myung, pada hari Selasa (10/6) melakukan pembicaraan via telepon dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dan secara resmi mengundang Xi untuk melakukan kunjungan ke Korea Selatan pada bulan November guna menghadiri Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC yang bersifat informal yang akan digelar di kota bersejarah Gyeongju. Langkah ini dipandang sebagai bagian penting dari strategi diplomasi pragmatis yang dicanangkan oleh pemerintahan Lee Jae-myung, sekaligus sebagai upaya untuk mempererat hubungan antara Korea Selatan dan Tiongkok.

Setelah resmi dilantik pada 4 Juni lalu, Lee Jae-myung dengan cepat mulai mengatur langkah-langkah dalam strategi kebijakan luar negerinya. Menurut laporan dari media resmi Korea dan Tiongkok, pembicaraan telepon antara kedua pemimpin berlangsung pada pagi hari ini. Pihak Korea menyatakan bahwa “kedua pemimpin sepakat untuk bekerja sama demi menjaga perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.” 

Sementara itu, pihak Tiongkok menggambarkan hubungan antara kedua negara sebagai “tetangga dekat yang tidak bisa dipisahkan”, dan menyebut bahwa hubungan Korea-Tiongkok yang sehat, stabil, dan semakin mendalam merupakan kepentingan mendasar kedua bangsa serta bermanfaat bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan dan dunia.

Menurut informasi yang dihimpun, usulan Korea Selatan agar Xi Jinping menghadiri KTT APEC ini sebenarnya telah diajukan sejak Oktober 2024 lalu. Pada Mei 2025, saat digelarnya Pertemuan Menteri Perdagangan APEC di Pulau Jeju, Korea dan Tiongkok juga telah mencapai konsensus untuk memperkuat kerja sama rantai pasokan dan mempercepat negosiasi lanjutan perjanjian perdagangan bebas Korea-Tiongkok (FTA). Hal ini menunjukkan niat kedua negara untuk mempererat hubungan ekonomi yang lebih dalam.

Namun demikian, strategi diplomasi “berjarak seimbang” yang diambil oleh Lee Jae-myung—yakni mencoba menjaga keseimbangan hubungan antara Korea Selatan dengan Amerika Serikat dan Tiongkok di tengah meningkatnya persaingan antara kedua negara adidaya tersebut—akan menjadi salah satu tantangan diplomatik terbesar bagi pemerintahan barunya.

Sebagai catatan, pada Juli 2014, Presiden Xi Jinping pernah memimpin delegasi berjumlah hampir 300 orang dalam kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan dan melakukan pertemuan dengan Presiden Korea saat itu, Park Geun-hye, membahas percepatan Perjanjian Perdagangan Bebas Korea-Tiongkok dan penguatan kerja sama bilateral. Kunjungan tersebut kala itu disebut sebagai kunjungan dengan tingkat kehormatan tertinggi dari seorang kepala negara Tiongkok ke Korea Selatan. Sebelumnya, Presiden Tiongkok Hu Jintao juga pernah mengunjungi Korea Selatan pada tahun 2005 dan 2008.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Tersembunyi di Balik Rasa Syukur yang Jarang Dimanfaatkan Orang

Sebagian besar dari kita menjalani hari-hari dengan merasa iri terhadap kehidupan orang lain, pekerjaan orang lain, rumah orang lain, mobil orang lain, tanpa berhenti...

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine