Kepala Intelijen AS Peringatkan: Dunia Berada di Ambang “Perang Nuklir”

EtIndonesia. Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Tulsi Gabbard, pada  Selasa (10 Juni) memposting sebuah video di media sosial yang memperingatkan bahwa dunia sedang berada di ambang kehancuran akibat perang nuklir, dan mengecam para “pedagang perang” yang memicu ketegangan di antara negara-negara besar pemilik senjata nuklir.

Dalam video berdurasi sekitar tiga menit tersebut, Gabbard menceritakan pengalamannya mengunjungi Hiroshima, Jepang, baru-baru ini. Ia menggambarkan dampak serangan nuklir oleh militer AS pada tahun 1945, dan memperlihatkan cuplikan sejarah tentang para korban.

Gabbard mengatakan dalam video itu: “Hari ini, kita berada lebih dekat dari sebelumnya ke tepi kehancuran nuklir. Para elit politik, para pedagang perang, dengan gegabah memprovokasi ketakutan dan ketegangan antar negara-negara besar bersenjata nuklir.”

Ia menekankan bahwa kekuatan senjata nuklir saat ini jauh melebihi bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945 — satu saja dapat membunuh jutaan orang dalam hitungan menit.

Tulsi Gabbard, calon Direktur Intelijen Nasional (DNI), memberikan kesaksian di hadapan Komite Intelijen Senat di Capitol Hill, Washington, pada 30 Januari 2025. Madalina Vasiliu/The Epoch Times

Gabbard juga menuduh bahwa sebagian orang berkuasa merasa aman karena mereka bisa berlindung di bunker nuklir, sehingga mereka tidak peduli terhadap akibat dari perang nuklir bagi masyarakat luas.

Ia mengajak masyarakat untuk bersuara menentang ancaman perang nuklir dan membangun dunia di mana orang tidak perlu hidup dalam ketakutan akan kehancuran nuklir.

Latar Belakang Tulsi Gabbard

Gabbard dulunya adalah anggota Kongres dari Partai Demokrat, dan pernah mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dari partai tersebut. Namun, setelah merasa kecewa dengan Partai Demokrat, ia berpindah haluan dan pada tahun 2024 mendukung calon presiden saat itu, Donald Trump.

Selama ini, Gabbard dikenal sebagai kritikus keras kebijakan perang, dan telah lama memperingatkan tentang risiko perang nuklir. Saat mencalonkan diri pada pemilu 2019, ia sudah mengatakan bahwa dunia “sedang berada di ambang perang nuklir”.

Pada tahun 2023, dalam unggahan di platform X (dulu Twitter), Gabbard menyatakan:

“Para pedagang perang berusaha menyeret kita ke Perang Dunia Ketiga, yang hanya akan berakhir dengan satu cara: kehancuran nuklir, serta penderitaan dan kematian orang-orang yang kita cintai.”

Ia juga secara blak-blakan mengkritik: “Zelensky, Biden, NATO, Kongres, dan para neokonservatif di media — semuanya gila. Dan jika kita secara pasif membiarkan mereka menggiring kita seperti domba ke jurang kehancuran nuklir ini, maka kita juga gila.” (Hui)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine