EtIndonesia. Iran telah bersumpah untuk memberikan “respons yang kuat” setelah serangan udara mematikan Israel menghantam beberapa wilayah, termasuk fasilitas militer dan nuklir, di seluruh Republik Islam tersebut pada hari Jumat dini hari. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan negara Yahudi tersebut akan menderita konsekuensi yang berat atas serangan yang menewaskan dua komandan militer senior dan ilmuwan nuklir terkemuka di Iran.
“Dengan kejahatan ini, rezim Zionis telah menetapkan dirinya untuk nasib yang pahit dan menyakitkan, dan pasti akan menerimanya,” kata Khamenei dalam sebuah pernyataan.
Kepala staf angkatan bersenjata Iran, Mohammad Bagheri, dan komandan senior Garda Revolusi Gholam Ali Rashid tewas setelah Israel menargetkan beberapa lokasi di Israel, demikian dilaporkan televisi pemerintah. Kantor berita Tasnim juga melaporkan bahwa ilmuwan nuklir Mohammad Mehdi Tehranchi dan Fereydoun Abbasi “menjadi sasaran dan mati syahid”.
Khamenei mengatakan bahwa bangsa Yahudi akan menghadapi “hukuman berat” atas tindakannya terhadap Teheran dan berkata: “Israel membuka tangannya yang jahat dan berlumuran darah untuk melakukan kejahatan di negara kita tercinta, memperlihatkan sifat jahatnya lebih dari sebelumnya dengan menyerang pusat-pusat permukiman.”
“Hak Sah” Iran untuk Menanggapi
Teheran mengatakan bahwa mereka memiliki “hak yang sah dan legal” untuk menanggapi serangan mematikan Israel.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan: “Menanggapi agresi ini adalah hak Iran yang sah dan legal sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.”
Angkatan bersenjata Iran “tidak akan ragu untuk membela bangsa Iran dengan sekuat tenaga,” pernyataan itu menambahkan.
Angkatan Darat Iran Bersumpah Membalas Dendam
Angkatan bersenjata Iran berjanji untuk memberikan “respons yang kuat” terhadap serangan udara Israel yang mematikan yang menghantam beberapa wilayah di seluruh negeri pada hari Jumat, termasuk fasilitas nuklir.
“Angkatan bersenjata pasti akan menanggapi serangan Zionis ini,” kata Abolfazl Shekarchi, juru bicara staf umum angkatan bersenjata, seraya menambahkan bahwa Israel “akan membayar harga yang mahal dan harus menunggu tanggapan yang kuat dari angkatan bersenjata Iran.”
Garda Revolusi Iran juga bersumpah untuk membalas dendam setelah pembunuhan pemimpinnya, Hossein Salami. Serangan itu “tidak akan tetap tidak terbalas dan (Israel) harus menunggu pembalasan yang keras dan disesalkan”, kata Korps Garda Revolusi Islam dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di TV pemerintah.
“AS Bertanggung Jawab”
Teheran mengatakan Amerika Serikat akan “bertanggung jawab atas konsekuensi” serangan Israel terhadap Republik Islam tersebut.
“Tindakan agresif rezim Zionis terhadap Iran tidak dapat dilakukan tanpa koordinasi dan izin dari Amerika Serikat,” kata Kementerian Luar Negeri, seraya menambahkan bahwa AS “bertanggung jawab atas dampak dan konsekuensi berbahaya dari petualangan rezim Zionis”.(yn)


