Pada Kamis (12 Juni), terjadi kecelakaan tragis pesawat Air India. Dari 242 orang di dalam pesawat, hanya seorang pria yang berhasil selamat secara ajaib, sementara 241 orang lainnya tewas. Pria yang selamat ini menceritakan pengalamannya saat melarikan diri, serta detik-detik mengerikan sebelum pesawat jatuh. Selain itu, penumpang lain yang pernah menaiki pesawat yang sama mengungkap bahwa sekitar dua jam sebelum kecelakaan, beberapa fasilitas di dalam pesawat telah mengalami kerusakan. Saat ini, salah satu kotak hitam pesawat telah ditemukan.
EtIndonesia. Tampak dalam video, seorang pria berjalan pincang sambil berbicara dengan orang-orang di sekitarnya. Ia adalah satu-satunya korban selamat dari kecelakaan mematikan pesawat Air India, dan hanya mengalami luka ringan—hal yang membuat banyak orang merasa ini sungguh luar biasa.
Vishwash Kumar Ramesh, korban selamat kecelakaan Air India: “Semua terjadi tepat di depan mata saya. Saya benar-benar tidak tahu bagaimana saya bisa selamat.”
Setelah pesawat jatuh, Vishwash Kumar Ramesh menyadari bahwa dirinya masih hidup, namun ia juga melihat bahwa tidak ada kehidupan di sekelilingnya. Ia duduk di kursi 11A, yang berada di dekat pintu darurat. Lokasi duduk ini memungkinkan dia melarikan diri melalui celah di pintu darurat.

Ia juga mengingat dengan jelas detik-detik mengerikan sebelum pesawat jatuh: “Kurang dari satu menit setelah lepas landas, saya merasa pesawat seperti berhenti di udara selama 5 hingga 10 detik. Lampu hijau dan putih di kabin menyala. Saya bisa merasakan dorongan mesin meningkat, tapi pesawat malah menabrak gedung dengan kecepatan tinggi.”
Kecelakaan ini mengakibatkan seluruh penumpang dan awak kecuali Ramesh tewas, dan karena pesawat jatuh menabrak asrama sekolah kedokteran, puluhan orang di darat juga menjadi korban luka atau meninggal.
Keluarga korban: “Tolong izinkan saya melihat saudara laki-laki saya untuk terakhir kalinya.”
Keluarga korban yang mendengar kabar duka segera mendatangi lokasi kecelakaan. Seorang pria bernama Sheikh kehilangan empat anggota keluarganya, termasuk keponakannya sekeluarga.

Pada Jumat (13 Juni), Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi rumah sakit untuk menjenguk korban luka. Ia juga mengunjungi lokasi kecelakaan dan mendengarkan laporan perkembangan proses penyelamatan.
Pihak kepolisian mengkonfirmasi bahwa kotak hitam di bagian ekor pesawat telah ditemukan, namun kotak hitam dari kokpit masih dalam pencarian.
Para pakar penerbangan yang meninjau video sebelum kecelakaan menemukan bahwa saat pesawat lepas landas, flap sayap (alat bantu angkat) tampaknya tidak diaktifkan dan roda pendarat tidak ditarik, sesuatu yang sangat tidak normal. Dilaporkan pula bahwa kapten sempat mengirim sinyal putus asa kepada menara kontrol.
Penumpang lain yang sebelumnya pernah menaiki pesawat yang sama mengungkap bahwa sekitar dua jam sebelum kecelakaan, beberapa perangkat penting di pesawat tidak berfungsi:
Seorang penumpang: “AC-nya benar-benar tidak berfungsi, layar TV di kursi juga tidak menyala, bahkan tombol untuk memanggil awak kabin pun tidak bisa dipakai. Semuanya tidak berfungsi.”
Namun, menurut Menteri Transportasi AS Sean Duffy dan Pelaksana Tugas Kepala FAA (Administrasi Penerbangan Federal) Chris Rocheleau, belum ada alasan untuk mengandangkan semua pesawat Boeing 787. Mereka menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih harus diselidiki lebih lanjut.
Chris Rocheleau, Pelaksana Tugas Kepala FAA: “Kami telah membentuk tim ahli dan sedang bekerja sama dengan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) dan otoritas India untuk menyelidiki kecelakaan ini.”
Pada hari yang sama (Jumat), pesawat Air India AI 379 yang sedang dalam perjalanan dari Phuket ke New Delhi, menerima ancaman bom di tengah penerbangan dan terpaksa kembali ke Bandara Phuket secara darurat. Semua 156 penumpang dievakuasi dengan aman. (Hui)
Laporan disusun oleh reporter Yi Jing dari NTDTV


