Seorang dokter magang berusia 28 tahun di Tiongkok, Luo Shuaiyu, meninggal dunia secara misterius setelah mengungkap praktik pengambilan dan perdagangan organ manusia secara ilegal di Rumah Sakit Kedua Xiangya, Universitas Zhongnan. Kini, salah satu “barang peninggalannya” telah tersebar luas dan menimbulkan kehebohan publik. Peristiwa ini naik ke daftar trending di platform Weibo pada Jumat (13 Juni).
EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang pengguna Weibo dengan nama akun “Tianyancha” mengunggah informasi bahwa pada 8 Mei 2024, Luo Shuaiyu tewas jatuh dari gedung asrama rumah sakit. Saat kedua orang tuanya datang untuk mengambil barang peninggalannya, pihak rumah sakit memaksa mereka menandatangani pernyataan yang menyatakan bahwa Luo bunuh diri, baru kemudian barang-barang dikembalikan.
Setelah barang-barang dikembalikan, orang tua Luo menemukan bahwa data dalam komputernya telah dihapus. Mereka kemudian memanggil ahli IT untuk memulihkannya, dan menemukan bahwa komputer tersebut berisi 11.119 halaman dokumen pengaduan, yang mengungkap praktik transplantasi organ ilegal di rumah sakit. Beberapa isinya antara lain:
- Pasien yang masuk ruang gawat darurat langsung dikategorikan sebagai “mati otak”, lalu organnya diambil.
- Dokter dan perawat menyuntikkan obat ke otak pasien untuk mencegah mereka sadar kembali, sebelum pengambilan organ dilakukan.
Orang tua Luo juga mengungkapkan tiga rekaman suara, di mana terdengar percakapan antara staf rumah sakit dan Luo Shuaiyu yang menanyakan:
“Organ hati ini mau diambil nggak?”
“Kalau begitu, ambil dua ginjalnya juga.”
Percakapan ini terdengar seperti sedang tawar-menawar di pasar, membuat bulu kuduk merinding.
Dalam dokumen tersebut juga terdapat catatan transaksi keuangan, serta bukti kejahatan dari sejumlah tenaga medis yang diduga terlibat dalam perdagangan organ, termasuk dokter “iblis” Liu Xiangfeng, yang sebelumnya pernah dilaporkan karena mengangkat organ pasien yang masih normal tanpa izin dan terlibat dalam transplantasi organ ilegal.
Kasus yang melibatkan Liu Xiangfeng dan Luo Shuaiyu ini menjadi perbincangan hangat di internet Tiongkok. Kata kunci seperti “Apakah Luo Shuaiyu bunuh diri atau dibunuh?” menjadi trending di Weibo.
Selain itu, ayah Luo baru-baru ini mengungkapkan dalam siaran langsung bahwa ada pihak yang mencoba menyuap mereka dengan uang RMB.15 juta (sekitar 32 miliar rupiah) agar menghentikan pengungkapan kasus ini. Namun, ia dan istrinya segera menolak dengan tegas. (Hui)
Sumber : NTDTV.com


