EtIndonesia. Menurut laporan The Sun, kebakaran hebat terjadi di salah satu gedung tertinggi Dubai, Tiger Tower, pada larut malam tanggal 13 Juni. Api terlihat menjalar ganas dari lantai bawah ke atas gedung, melahap fasad bangunan hingga ke lantai tinggi dengan cepat. Asap hitam pekat membumbung tinggi ke langit, menciptakan pemandangan yang mengerikan dan menegangkan. Butuh waktu enam jam bagi tim pemadam kebakaran untuk mengendalikan dan memadamkan api, yang berhasil dipadamkan sepenuhnya pada dini hari tanggal 14 Juni.
Saat kejadian, para penghuni menemukan tangga darurat dipenuhi asap, sehingga mereka memutuskan untuk menggunakan lift sebagai jalur evakuasi darurat. Secara luar biasa, seluruh 3.820 penghuni gedung berhasil dievakuasi dengan selamat, tanpa korban luka maupun jiwa.
Gedung Tiger Tower, yang juga dikenal dengan nama Marina Pinnacle, terletak di kawasan elit Dubai Marina. Gedung ini memiliki 67 lantai dengan tinggi struktur mencapai 280 meter dan menampung 764 unit apartemen serta ruang komersial. Dibangun 14 tahun lalu, nama “Tiger Tower” diambil dari perusahaan pengembangnya.
Menurut keterangan Dubai Media Office, sebanyak 3.820 orang penghuni gedung berhasil dievakuasi dengan aman setelah kebakaran. Api berhasil dikendalikan dalam waktu enam jam, dan tidak ada laporan korban jiwa.
Sepasang suami istri yang tinggal di lantai 24 menceritakan kepada Khaleej Times bahwa sekitar pukul 21:45 malam, mereka mencium bau hangus di dalam unit mereka. Setelah memeriksa area apartemen dan tidak menemukan kejanggalan, mereka melihat dari balkon bahwa terdapat petugas pemadam kebakaran dan kerumunan orang di bawah. Mereka pun segera menghubungi petugas keamanan dan diarahkan untuk segera mengungsi.
Sang suami mengaku bahwa saat itu tangga darurat sudah dipenuhi asap tebal, sehingga mereka terpaksa menggunakan lift untuk menyelamatkan diri. Beruntung, lift masih berfungsi dan mereka berhasil keluar tanpa cedera.
Pihak berwenang kini bekerja sama dengan pengembang bangunan untuk menyediakan akomodasi sementara bagi para penghuni yang terdampak, serta memastikan bahwa keselamatan dan kesejahteraan mereka menjadi prioritas utama.(jhn/yn)


