Harta Karun Koin Emas Ditemukan di Dasar Laut – Diduga Bernilai Puluhan Miliar Dolar AS

EtIndonesia. Sebuah situs kapal karam kuno yang tenggelam lebih dari 300 tahun lalu di lepas pantai Kolombia kembali mengungkap penemuan mengejutkan: puluhan keping koin emas dengan desain rumit ditemukan di dasar laut. Para peneliti meyakini bahwa koin-koin ini sangat mungkin berasal dari kapal legendaris San José Galleon, yang dikenal luas sebagai “cawan suci” dalam dunia pencarian kapal karam. Kapal harta karun milik Spanyol ini diyakini membawa muatan bernilai puluhan miliar dolar ketika tenggelam.

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan Selasa (10/6) lalu di jurnal akademik Antiquity, para ilmuwan menganalisis sejumlah besar foto koin emas resolusi tinggi yang diambil di sekitar lokasi bangkai kapal. Analisis menunjukkan bahwa motif, cap cetak, dan tahun pencetakan koin-koin tersebut mengindikasikan bahwa mereka dibuat pada tahun 1707 di Kota Lima, Peru—yang sesuai dengan catatan sejarah mengenai sumber kekayaan yang diangkut oleh San José.

Gambar-gambar koin tersebut direkam oleh tim gabungan Angkatan Laut Kolombia dan para arkeolog menggunakan kendaraan bawah laut tanpa awak. Bangkai kapal ini berada pada kedalaman hampir sekitar 600 meter di dasar laut, dengan puluhan koin berserakan di sekitarnya. Karena kondisi medan dasar laut yang tidak stabil, jumlah pasti koin belum bisa ditentukan, namun hasil analisis visual menunjukkan bahwa setiap koin memiliki diameter sekitar 32,5 milimeter dan berat sekitar 27 gram.

Para peneliti menjelaskan bahwa sisi depan koin menampilkan simbol Salib Yerusalem dengan Perisai Empat Bagian Kerajaan Castile dan León, dikelilingi oleh bingkai titik-titik di pinggirnya. Sisi belakang menampilkan pilar-pilar Hercules Bermahkota yang menjulang di atas ombak laut. Simbol “L” pada permukaan koin menunjukkan koin dicetak di percetakan Lima, “8” menandakan nilai nominal tertinggi saat itu, sedangkan huruf “H” merupakan tanda dari kepala penguji emas tahun 1707, Francisco de Hurtado. Angka “707” merujuk pada tahun pencetakan, yaitu 1707.

Ciri-ciri ini sangat sesuai dengan catatan sejarah, memungkinkan tim peneliti menyimpulkan lebih lanjut bahwa kapal tersebut tenggelam sekitar tahun 1708. Mereka bahkan berhasil merekonstruksi rute pelayaran kapal serta posisi karamnya, yang semakin memperkuat dugaan bahwa kapal ini memang San José Galleon.

San José Galleon adalah bagian dari armada kapal harta Spanyol pada awal abad ke-18. Pada 7 Juni 1708, kapal ini diserang dan ditenggelamkan oleh Angkatan Laut Inggris di perairan lepas pantai Cartagena saat dalam perjalanan pulang ke Spanyol. Diperkirakan sekitar 600 awak kapal tewas dalam peristiwa tersebut. Menurut laporan sejarah, kapal itu membawa sekitar 200 ton emas, zamrud, dan berbagai barang berharga lainnya.

Sejak tahun 2022, Pemerintah Kolombia telah mengirimkan kendaraan selam tanpa awak untuk menyelidiki situs tersebut dan menemukan berbagai artefak, termasuk jangkar, kendi tanah liat, dan botol kaca. Pemerintah menyatakan bahwa mereka akan melanjutkan proses eksplorasi dan pengangkatan harta dengan beberapa perangkat bawah laut tambahan. Lokasi pasti kapal karam yang pertama kali ditemukan pada tahun 2015 itu dirahasiakan untuk menghindari pencurian dan penjarahan ilegal.

Namun, kepemilikan harta karun ini telah menjadi sumber sengketa internasional selama bertahun-tahun. Selain Kolombia dan Spanyol, kelompok etnis asli Bolivia bernama Qhara Qhara juga mengklaim bahwa kekayaan di kapal tersebut berasal dari tanah leluhur mereka. Sementara itu, perusahaan penyelam Amerika Serikat Sea Search Armada menyatakan bahwa mereka telah menemukan kapal ini lebih dari 40 tahun yang lalu dan mengklaim hak atas sebagian harta tersebut.

Penyebab karamnya kapal pun menjadi bahan perdebatan. Pemerintah Kolombia mengutip dokumen dari Inggris yang menyatakan bahwa San José tenggelam tanpa meledak, sementara arsip dari Spanyol menyebutkan bahwa kapal tersebut meledak setelah terkena tembakan dalam pertempuran laut.

Pada Mei 2024, pemerintah Kolombia secara resmi menetapkan situs kapal karam ini sebagai “Zona Arkeologi yang Dilindungi” dan mengumumkannya sebagai warisan nasional yang akan dilestarikan serta diteliti lebih lanjut.(jhn/yn)

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine