EtIndonesia. Setelah saling balas serangan antara Iran dan Israel, sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat menyatakan dukungan terhadap upaya Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik lewat jalur diplomatik, serta mendukung pertahanan Israel dari serangan Iran. Mereka juga memperingatkan bahwa jika Iran menyerang militer AS atau aset-aset Amerika di Timur Tengah, hal itu bisa menyebabkan berakhirnya rezim Iran. Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa penghentian program nuklir Iran adalah syarat utama untuk gencatan senjata.
Anggota DPR AS Adam Smith menyatakan: “Jika ada tentara Amerika yang terluka atau terbunuh di wilayah tersebut, kita akan berada dalam tekanan besar untuk turun tangan melindungi mereka dari serangan Iran. Tapi kita harus segera meredakan ketegangan. Saya mendukung upaya pemerintahan Trump untuk mencapai hasil lewat negosiasi.”
Senator AS Richard Blumenthal menambahkan: “Masalah nuklir Iran sudah muncul, dan saat ini mereka memiliki hampir 10 bom nuklir. Namun, masih ada kemungkinan untuk menyelesaikannya lewat jalur diplomatik. Amerika harus menyediakan sarana pertahanan bagi Israel terhadap balasan Iran.”
Reporter NTDTV, Luis Martinez melaporkan bahwa anggota Partai Republik memperingatkan Iran agar tidak menyerang personel maupun aset Amerika di kawasan tersebut.
Anggota DPR AS Mike Lawler mengatakan: “Saya rasa Presiden benar dalam mencoba menyelesaikan masalah ini lewat diplomasi. Tentu saja, diplomasi harus selalu menjadi pilihan utama, tetapi kenyataannya adalah Iran bertekad untuk menghancurkan dan melenyapkan Israel.”
Senator Lindsey Graham menyatakan: “Pergantian rezim di Iran bukan kebijakan resmi Amerika Serikat, dan itu juga bukan tujuan dari serangan saat ini. Namun, jika Iran menyerang warga Amerika di wilayah manapun di Timur Tengah, maka pergantian rezim akan menjadi kenyataan.”
Pada Selasa, 17 Juni, Israel melanjutkan serangan udara ke target-target militer utama Iran, menyebabkan ledakan dahsyat di Teheran.
Sementara itu, Uni Eropa memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat turut campur dalam serangan Israel terhadap Iran, maka kawasan tersebut akan terseret ke dalam konflik yang lebih luas.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyatakan: “Jika Amerika Serikat ikut campur, itu jelas akan menyeret kawasan ini ke dalam konflik lintas batas, yang tidak menguntungkan siapa pun. Saya sudah berbicara dengan Menteri Luar Negeri (AS) Rubio, dan ia menekankan bahwa terlibat dalam konflik ini juga bukan untuk kepentingan mereka.” (Hui/asr)
Laporan gabungan dari reporter NTDTV Luis Martinez, Yu Liang, dan Tian Yuan dari Washington dan New York.


