Bus Tabrak Beruntun di Depan Universitas Shenyang, Tiongkok, 18 Orang Tewas atau Terluka 

Etindonesia. Sebuah bus umum di depan gerbang Universitas Shenyang, Provinsi Liaoning, Tiongkok menabrak sejumlah mobil dan pejalan kaki secara beruntun pada  17 Juni 2025 malam. Insiden tesebut menyebabkan korban tewas dan luka-luka dalam jumlah besar, serta kerusakan kendaraan. Pihak berwenang Partai Komunis Tiongkok (PKT) menyebut insiden ini akibat “kesalahan pengemudi”, namun banyak warganet mencurigai ini adalah serangan tabrak sengaja.

Malam itu, beredar banyak video di internet yang menunjukkan kejadian di luar gerbang selatan Universitas Shenyang. Dalam video tampak sebuah bus menabrak deretan mobil dan pejalan kaki. Beberapa taksi dan mobil pribadi rusak parah, pecahan mobil berserakan di jalan, dan banyak orang tergeletak tak bergerak di tengah jalan.

Seorang pria yang merekam sambil berbicara mengatakan:  “Orang ini di bawah sudah meninggal dunia, yang itu juga. Di bawah mobil ini masih ada satu orang lagi.”

Satu unit bus jalur 126 bahkan naik hingga ke tangga sebuah gedung, kaca jendela pecah, dan bagian depan bus hampir masuk ke dalam toko.

Rekaman dari kamera dashboard mobil memperlihatkan saat sejumlah kendaraan sedang antri untuk berbelok ke kiri, tiba-tiba bus dari sebelah kanan menerobos lampu merah dan langsung menabrak arus kendaraan yang berbelok.

Video-video tersebut juga memperlihatkan bahwa bus sudah melaju dan menabrak dalam jarak yang cukup jauh. Dilihat dari kerusakan parah pada mobil-mobil dan kondisi korban, dapat diperkirakan bahwa kecepatan tabrakan sangat tinggi.

Beberapa warganet menduga bahwa insiden ini mirip “Insiden Xianzhong”, yakni kasus pembunuhan acak menggunakan kendaraan.

Malam itu, polisi lalu lintas Shenyang mengeluarkan pernyataan bahwa insiden terjadi pada pukul 19:55 di dekat nomor 15 Jalan Lianhe, Distrik Dadong. Disebutkan bahwa sebuah bus bertabrakan dengan beberapa kendaraan lain, menyebabkan 2 orang tewas dan 16 luka-luka. Pengemudi bus, Wang XX (pria, 52 tahun), telah diamankan. Polisi menyatakan telah menyingkirkan kemungkinan mabuk atau penggunaan narkoba, dan menyebut penyebabnya adalah “kesalahan mengemudi saat menghindari pejalan kaki”.

Namun, kebenaran laporan resmi PKT sering diragukan. Banyak warganet yang telah melihat video kejadian tidak percaya pada pernyataan polisi lalu lintas. Beberapa meragukan penyebab kejadian, sementara lainnya mencurigai jumlah korban tewas dan terluka telah dikurangi. Warga sekitar bahkan mencibir laporan resmi sebagai kebohongan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine