EtIndonesia.Beberapa orang saat bangun tidur mendapati kelopak mata mereka tampak bengkak. Ini adalah fenomena yang cukup umum karena saat tidur, aktivitas kelopak mata menurun, aliran darah melambat, dan tekanan pada pembuluh kapiler meningkat, menyebabkan cairan keluar dari pembuluh dan menumpuk di jaringan longgar sekitar mata.
Namun, jika setelah beraktivitas seperti bekerja atau bersekolah bengkak itu tidak kunjung reda, bahkan disertai rasa kantuk berlebihan, Anda perlu waspada.
Pemeriksaan Awal untuk Penderita Edema
Pemeriksaan dasar bagi penderita edema meliputi:
· Tes urine, untuk melihat apakah ada proteinuria (protein dalam urin).
· Tes darah, guna memeriksa fungsi ginjal dan kadar protein darah.
· USG perut, untuk melihat apakah permukaan hati kasar atau ada cairan di rongga perut.
· Foto rontgen dada, untuk mengetahui apakah ada pembesaran jantung atau cairan di paru-paru.
Empat Jenis Edema yang Sering Terjadi:
1. Penyakit Ginjal:
Kehilangan protein melalui urin menyebabkan kadar protein dalam darah turun, menurunkan tekanan osmotik, dan membuat cairan keluar dari pembuluh ke jaringan. Disertai gangguan fungsi ginjal yang menyebabkan tubuh sulit membuang kelebihan cairan. Biasanya muncul sebagai pembengkakan di wajah dan seluruh tubuh.
2. Sirosis Hati:
Biasanya terlihat sebagai pembengkakan di kaki, terutama pada sore hari, kadang disertai cairan di perut (ascites), pembuluh darah menonjol di perut, telapak tangan kemerahan, dan pada pria, pembesaran payudara (ginekomastia).
3. Gagal Jantung:
Muncul sebagai pembengkakan di kaki dan punggung kaki, terutama setelah beraktivitas atau sore hari, dan sering disertai sesak napas. Bisa terjadi pada pasien dengan penyakit jantung bawaan, miokarditis, perikarditis, atau penyakit paru kronis.
4. Hipotiroidisme:
Terjadi pembengkakan pada jaringan kulit (myxedema) yang tidak mudah membentuk cekungan saat ditekan, berbeda dari edema biasa.
Pandangan Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) tentang Edema
Dalam PTT, edema dibedakan menjadi dua jenis: “Yang Shui” (edema panas) dan “Yin Shui” (edema dingin).
· Yang Shui: Timbul secara cepat, pembengkakan biasanya berawal dari bagian atas tubuh, disertai demam, rasa haus, urin sedikit dan berwarna kuning, sembelit, dan sering dialami oleh orang berusia muda.
· Yin Shui: Berkembang perlahan, dari bawah ke atas, terjadi akibat kelelahan atau penyakit kronis, disertai badan dingin, tidak haus, urin tidak banyak namun tidak keruh, tinja cenderung lembek, dan makin memburuk bila kelelahan.
Empat Pola Edema Menurut PTT dan Pengobatannya
1. Angin dan Air Berlebihan (Feng Shui Fan Lan)
Gejala: Bengkak bermula dari wajah, menyebar ke seluruh tubuh, disertai demam dan menggigil.
Terapi: Mengusir angin dan melancarkan pengeluaran air, dapat digunakan ramuan Yue Bi Jia Zhu Tang.
2. Kelebihan Lembap dan Panas (Shi Re Yong Sheng)
Gejala: Bengkak di seluruh tubuh, haus, gelisah, sembelit, urin sedikit dan berwarna gelap.
Terapi: Menghilangkan panas dan lembap, gunakan kombinasi Wu Pi Yin dan Liu Yi San.
3. Lemahnya Energi Limpa (Pi Yang Bu Zhen)
Gejala: Pembengkakan terutama di kaki, disertai nafsu makan menurun dan diare.
Terapi: Menguatkan limpa dan mengeluarkan air, gunakan ramuan Shi Pi Yin.
4. Kekurangan Energi Ginjal (Shen Yang Kui Xu)
Gejala: Bengkak dari pinggang ke bawah, disertai pinggang dan lutut lemas, tangan dan kaki dingin, mudah diare.
Terapi: Menghangatkan ginjal dan melancarkan air, gunakan ramuan Zhen Wu Tang.
Kesimpulan: Edema Adalah Tanda Peringatan Tubuh
Edema bukan hanya soal penampilan atau rasa tidak nyaman, tetapi bisa meningkatkan risiko infeksi kulit dan memperlambat penyembuhan luka. Lebih dari itu, edema bisa menjadi sinyal penting adanya gangguan serius pada organ dalam, seperti jantung, ginjal, hati, atau sistem endokrin.
Maka dari itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter bila mengalami pembengkakan yang tak kunjung hilang, agar kondisi ringan tidak berkembang menjadi penyakit berat yang mengancam jiwa. (jhn/yn)


