Hadapi Fasilitas Nuklir Iran, Bomber B-2 AS dan Bom Penembus Bunker GBU-57 Tunjukkan Kekuatan Besar

EtIndonesia. Pertempuran rudal antara Israel dan Iran telah memasuki hari ketujuh pada 19 Juni. Angkatan Udara Israel telah menghancurkan sebagian besar target militer Iran, tetapi belum mampu menyerang fasilitas nuklir Fordow yang berada jauh di bawah tanah. Diketahui, satu-satunya senjata yang mampu menghancurkan fasilitas bawah tanah Iran adalah bom penembus bunker raksasa milik AS yang dikenal sebagai “Bunker Buster”. Begitu Presiden Trump memberi perintah, senjata ini akan menunjukkan kekuatan dahsyatnya.

Bom Penembus Bunker: Meledak Setelah Menembus Tanah

Bom penembus bunker ini, yang dikenal sebagai GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), memiliki bobot sekitar 30.000 pon (sekitar 13.607 kg), dan dapat menembus hingga 61 meter ke dalam tanah sebelum meledak.

Bom ini dirancang dengan selubung logam berdensitas tinggi dan dilengkapi dengan pemicu ledakan tertunda, memungkinkan bom untuk menembus tanah atau beton tebal terlebih dahulu sebelum meledak. Model yang termasuk dalam kategori ini mencakup GBU-57A/B, GBU-28, dan GBU-37, dengan berat antara 5.000 hingga 30.000 pon. Bom-bom ini dijatuhkan dari pesawat pembom strategis seperti B-2 atau B-1B, maupun dari jet tempur seperti F-15.

Militer AS menyatakan bahwa GBU-57 mampu menembus batuan dan beton, berbeda dengan misil biasa yang meledak saat atau sebelum menyentuh target.

Bom ini mulai dikembangkan pada awal 2000-an, dan pada 2009 militer AS memesan 20 unit dari perusahaan Boeing.

Masao Dahlgren, peneliti pertahanan rudal dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, menyatakan bahwa untuk menghancurkan target di kedalaman, bom ini harus menggunakan cangkang baja yang sangat kuat agar mampu menembus lapisan batuan.

Dahlgren juga menjelaskan bahwa GBU-57 yang memiliki panjang 6,6 meter dilengkapi dengan pemicu khusus, karena bahan peledaknya tidak boleh meledak terlalu cepat akibat tekanan atau benturan besar saat menembus tanah.

B-2: Pembom Siluman Pengangkut Bom Raksasa

B-2 Spirit, pembom siluman milik AS, adalah satu-satunya pesawat yang dapat membawa dan menjatuhkan GBU-57. Pesawat ini mampu terbang jarak jauh dari AS hingga ke Timur Tengah untuk melaksanakan pengeboman.

Setiap B-2 mampu membawa dua bom GBU-57. Peneliti dari Rand Corporation, Schwartz, menyatakan bahwa untuk menyerang fasilitas nuklir Iran, kemungkinan dibutuhkan beberapa pesawat B-2. Ia juga menyebutkan bahwa superioritas udara Israel di wilayah Iran mengurangi risiko yang dihadapi oleh B-2.

Saat bom dijatuhkan, B-2 akan terbang sangat tinggi dan melepaskan bom pada kecepatan dan ketinggian maksimal. Dengan pemandu GPS, bom akan menembus tanah sebelum meledak di kedalaman. Ledakan dari 2,3 ton bahan peledak di dalam bom ini dapat menghasilkan efek seperti gempa bumi, bahkan jika tidak mengenai target secara langsung, tetap mampu menyebabkan kerusakan besar di bawah tanah atau gunung.

Tiga Kapal Induk AS Menuju Timur Tengah

Saat ditanya apakah AS akan campur tangan dalam konflik Israel–Iran, Presiden Trump menjawab pada 18 Juni:

“Saya tidak bisa mengatakan. Mungkin saya akan, mungkin tidak. Tak ada yang tahu apa yang saya pikirkan.”

Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan di hadapan Kongres AS bahwa Pentagon akan melaksanakan perintah Trump terkait Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, sebanyak 30 pesawat militer AS telah dikirim dari pangkalan dalam negeri ke Eropa. Banyak di antaranya merupakan pesawat tanker udara KC-135 yang digunakan untuk mengisi bahan bakar jet tempur dan pembom di udara.

Menurut laporan CNN pada 18 Juni, AS akan mengirim kapal induk ketiga ke Timur Tengah seiring meningkatnya konflik Israel–Iran.

Kelompok tempur kapal induk yang dipimpin oleh USS Gerald R. Ford diperkirakan akan tiba di wilayah tanggung jawab Komando Eropa AS minggu depan. Meskipun pengerahan ini telah direncanakan sejak tahun lalu, kapal ini diperkirakan akan menuju wilayah Mediterania Timur dekat pantai Israel.

Sementara itu, satu kapal induk lainnya juga sedang menuju kawasan tersebut. Kapal itu akan menjalankan misi bersama atau menggantikan USS Carl Vinson.

Menurut laporan Reuters pada 16 Juni, data dari situs pelacakan kapal Marine Traffic menunjukkan bahwa kapal induk USS Nimitz telah meninggalkan Laut Tiongkok Selatan dan sedang menuju ke arah barat, ke Timur Tengah. Rencana sebelumnya untuk berlabuh di Vietnam pada akhir pekan ini telah dibatalkan. (Hui/asr)

Sumber : NTDTV.com 

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Introvert dan Ekstrovert Sama-Sama Berperan Penting dengan Kekuatan Mereka yang Unik

Cara sistem saraf kita merespons lingkungan sosial mencerminkan lebih dari sekadar kepribadian. Oleh Sarah Campise Hallier Dua orang teman memasuki sebuah bar karaoke. Yang satu langsung...

Sebelum Terlambat, Katakanlah: Ada Kata-Kata yang Tak Bisa Menunggu

Hubungan Anda akan menjadi lebih dalam ketika Anda memilih untuk hidup seolah-olah waktu yang Anda miliki bersama orang-orang yang Anda cintai tidaklah dijamin Mike Donghia Saat...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine