Pentagon Kirim 700 Tentara Tambahan ke Tiga Negara Bagian, Trump Perluas Operasi Deportasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini melancarkan aksi besar-besaran untuk mempercepat deportasi imigran ilegal. Pentagon mengumumkan akan mengerahkan kembali 700 tentara ke negara bagian Florida, Texas, dan Louisiana untuk membantu penegakan hukum imigrasi—langkah ini segera memicu perdebatan luas.

EtIndonesia. Pada Selasa (17 Juni), Pentagon menyatakan akan menempatkan hingga 700 tentara di negara bagian Florida, Louisiana, dan Texas untuk memberikan dukungan logistik dan administrasi kepada Immigration and Customs Enforcement (ICE), atau Badan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa bantuan ini menyediakan sumber daya penting bagi ICE sehingga petugas dapat lebih fokus pada tugas penegakan hukum. Departemen Pertahanan juga menegaskan komitmennya untuk mencapai kendali penuh atas operasi di perbatasan.

Penempatan ini merupakan langkah lanjutan dari Presiden Trump sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, dalam rangka menggunakan kekuatan militer untuk mendukung kebijakan imigrasi. Beberapa hari sebelumnya, Trump menulis di platform “Truth Social” bahwa ia telah memerintahkan mobilisasi “segala sumber daya” untuk melancarkan “operasi deportasi imigran ilegal terbesar dalam sejarah.”

Trump menegaskan bahwa untuk mencapai tujuan ini, diperlukan peningkatan upaya penahanan dan deportasi terhadap imigran ilegal di kota-kota besar seperti Los Angeles, Chicago, dan New York—tempat yang dihuni jutaan imigran ilegal. Ia ingin mereka dikembalikan ke negara asalnya dan mencegah orang-orang yang dianggap mengganggu ketentraman dalam negeri AS masuk ke negara itu.

Saat ini, Trump telah mengizinkan pembentukan National Defense Areas (Zona Pertahanan Nasional) di sebagian perbatasan AS-Meksiko, yang memungkinkan militer untuk menahan sementara para imigran ilegal yang masuk.

Trump juga telah mengirim ribuan tentara Garda Nasional dan 700 personel Marinir ke Los Angeles. Sebelumnya, kota ini dilanda kerusuhan setelah ICE menangkap sekitar 100 imigran ilegal—protes kemudian berkembang menjadi aksi penjarahan, pembakaran, dan penyerangan terhadap petugas federal.

Presiden AS, Donald Trump, menyatakan: “Jika kita tidak segera mengirimkan Garda Nasional, Los Angeles saat ini pasti sudah hangus terbakar.”

Negara bagian Florida dan Texas, yang menjadi target penempatan pasukan kali ini, termasuk wilayah dengan populasi imigran ilegal terbesar di AS. Menurut data dari Pew Research Center tahun 2022, Florida diperkirakan memiliki sekitar 1,6 juta imigran ilegal, Texas sekitar 1,2 juta, dan Louisiana sekitar 65.000. Sementara itu, California tercatat sebagai negara bagian dengan jumlah imigran ilegal tertinggi, mencapai sekitar 1,8 juta orang. (Hui/asr)

Laporan dari jurnalis NTDTV: Tian Xin, dari Amerika Serikat.

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine