Seiring memanasnya konflik antara Israel dan Iran, perhatian internasional pun tertuju pada mitra strategis Iran — Partai Komunis Tiongkok (PKT). Baru-baru ini, tiga pesawat kargo Boeing 747 milik Tiongkok berturut-turut lepas landas dari berbagai lokasi di Tiongkok, namun secara misterius “menghilang” saat mendekati wilayah udara Iran. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa PKT tengah menyelundupkan barang-barang militer untuk diam-diam membantu Iran.
EtIndonesia. Laporan The Daily Telegraph Inggris, sehari setelah Israel meluncurkan operasi “Kebangkitan Singa” terhadap Iran (14 Juni), Tiongkok mengirim satu pesawat kargo Boeing 747 per hari selama tiga hari berturut-turut. Ketiga pesawat tersebut terbang dari wilayah utara Tiongkok ke barat, memasuki Kazakhstan, kemudian ke selatan melewati Uzbekistan dan Turkmenistan. Namun, ketika mendekati wilayah udara Iran, pesawat-pesawat itu tiba-tiba menghilang dari radar. Anehnya, meskipun ketiga pesawat itu tercatat memiliki tujuan ke Luksemburg, namun tidak ada satupun yang melintasi langit Eropa.
Pesawat Boeing 747 memang sering digunakan untuk membawa penumpang atau kargo, tetapi juga umum digunakan untuk pengiriman peralatan militer atau kontrak pemerintah.
Menurut data Flightradar24, pada 15 Juni, pesawat kargo CV9736 milik Cargolux Airlines dari Luksemburg lepas landas dari Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok. Meskipun dijadwalkan terbang ke Luksemburg, data pelacakan menunjukkan bahwa pesawat itu mematikan transpondernya saat berada di atas Turkmenistan dan berbelok menuju wilayah udara Iran sebelum menghilang dari radar publik.
Pihak Cargolux membantah bahwa pesawat mereka memasuki wilayah udara Iran, namun publik tetap curiga bahwa PKT tengah menyelundupkan perlengkapan militer untuk membantu Iran secara rahasia.
“Kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa pesawat-pesawat ini dikirim ke Iran untuk mendukung operasi balasan atau kebutuhan perang, misalnya bahan baku pembuatan bahan bakar rudal,” ujar peneliti dari Institut Riset Keamanan dan Pertahanan Nasional Taiwan, Shen Mingshi.
“Belakangan ini, Iran meluncurkan banyak rudal balistik dalam serangan balasannya terhadap Israel, jadi sangat mungkin mereka membutuhkan pasokan mendesak, dan mengangkutnya melalui pesawat-pesawat ini. Saya pikir kejadian serupa bisa terjadi lagi di masa depan,” tambahnya.
Pada 2014, perusahaan investasi penerbangan sipil Henan (HNCA) membeli 35% saham Cargolux Airlines dari Luksemburg.
Shen Mingshi juga menekankan bahwa Iran sangat penting bagi PKT, dan PKT pasti akan memberikan dukungan diam-diam.
“Sumber utama energi Tiongkok, yakni minyak, berasal dari Rusia dan Iran. Secara geopolitik, Tiongkok, Rusia, Iran, dan Korea Utara bisa disebut sebagai poros kekuatan baru yang jahat. Saat ini, satu-satunya pihak yang bisa sepenuhnya mendukung Tiongkok adalah Iran,” ujarnya.
Pada tahun 2016, PKT dan Iran membentuk “Kemitraan Strategis Komprehensif.”
Lalu pada 2021, kedua negara menandatangani “Rencana Kerja Sama Komprehensif Tiongkok-Iran” selama 25 tahun.
Kini, saat rezim Iran tertekan hebat oleh serangan Israel, PKT — sebagai sekutu terbesar Iran — menghadapi risiko kehilangan pasokan energi serta terdepak dari Timur Tengah.
Wakil Profesor Hubungan Internasional Universitas Tamkang Taiwan, Cheng Chin-mo, mengatakan: “PKT sebelumnya mencoba memperluas pengaruhnya di Timur Tengah melalui Iran, bahkan berusaha menarik negara-negara Sunni di sekitarnya ke dalam inisiatif Sabuk dan Jalan. Tujuannya adalah menjadikan Timur Tengah sebagai garis depan dalam konfrontasi antara Tiongkok dan Barat. Namun, sampai saat ini, rencana itu bisa dikatakan telah benar-benar gagal. Baik Rusia maupun PKT tampaknya telah kehilangan pijakan geopolitik mereka di kawasan ini.”
Setelah konflik Israel-Iran pecah, perwakilan tetap PKT di Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Li Song, menyatakan bahwa Tiongkok menentang serangan bersenjata terhadap fasilitas nuklir sipil dan mendukung pembentukan zona bebas senjata nuklir di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri PKT, Wang Yi, juga mengadakan pembicaraan dengan Menlu Mesir pada 18 Juni dan menyatakan keprihatinan mendalam atas kemungkinan eskalasi konflik, serta menyatakan kesiapan untuk “sepenuhnya mendorong dialog damai.”
Namun menurut Shen Mingshi, posisi PKT dalam konflik ini sangat sulit. Di satu sisi berpihak pada Iran, tapi di sisi lain tidak berani memusuhi Amerika Serikat dan Israel.
“Pertama, mereka tidak ingin terlalu ikut campur, tapi juga ingin menjaga hubungan diplomatik dan kesan harmonis dengan berbagai negara. Kedua, dengan berbagai masalah internal dan eksternal yang dihadapi PKT saat ini, mereka tidak sanggup terlibat langsung atau memberikan bantuan nyata kepada Iran,” jelas.
“Jika PKT secara terbuka mendukung Iran, maka mereka akan dicap sebagai musuh oleh AS, Israel, dan bahkan sekutu-sekutu AS lainnya. Jadi jelas, PKT tidak mungkin secara terbuka mendukung pengembangan senjata nuklir oleh Iran,” tambahnya.
Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan keyakinannya bahwa Iran “sangat dekat” untuk membuat senjata nuklir.
Sementara itu, Israel mengatakan bahwa operasi militer mereka bertujuan “menghentikan ancaman eksistensial dari Iran terhadap Israel.”
Media pemerintah Iran pada 18 Juni merilis video berdurasi 17 detik yang menunjukkan seseorang menyentuh bom nuklir, yang kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. (Hui/asr)
Wang Ziqi | Reporter: Yi Ru, Luo Ya – NTDTV.com


