EtIndonesia. Dalam tragedi kecelakaan pesawat baru-baru ini yang melibatkan penerbangan 171 maskapai Air India Express, hanya satu orang selamat — Viswash Kumar Ramesh. Dia lolos dari maut dengan hanya luka ringan, dan bahkan mampu berjalan sendiri ke ambulans.
Menurut laporan Reuters tanggal 13 Juni, meski fisiknya hanya mengalami lecet dan memar, luka psikologisnya jauh lebih mendalam. Dia kehilangan saudara kandung tercintanya dalam insiden tersebut. Yang menarik perhatian publik, Ramesh duduk di kursi 11A, yang terletak di bagian depan pesawat, dekat pintu darurat — posisi yang kini dianggap sebagai “kursi emas” penyelamat nyawa.

Lebih mengejutkan lagi, menurut Daily Telegraph India, seorang pria asal Thailand, Ruangsak Loychusak, yang juga selamat dari kecelakaan pesawat Thai Airways TG261 pada Februari 1998, mengaku bahwa saat itu dia juga duduk di kursi 11A. Pesawat tersebut jatuh ke rawa saat dalam perjalanan dari Bangkok ke Surat Thani, menyebabkan 101 orang tewas, namun Ruangsak termasuk sedikit yang selamat.

Saat mendengar berita tentang Ramesh, Ruangsak terperanjat dan berkata: “Bulu kuduk saya langsung berdiri… Saat itu saya juga duduk di 11A.”
Ella Atkins, kepala departemen Teknik Dirgantara dan Kelautan di Virginia Tech AS, menjelaskan bahwa posisi duduk memang bisa memengaruhi peluang bertahan hidup, namun dia juga menekankan bahwa: “Jenis kecelakaan terlalu beragam, tidak ada kursi yang dijamin aman.”
Contohnya, jika pesawat menghantam bagian depan lebih dulu, penumpang di belakang punya peluang lebih besar. Jika ekor pesawat yang lebih dulu terbentur, maka bagian depan justru lebih aman. Bagian tengah adalah yang paling berisiko karena dekat dengan tangki bahan bakar.
Yang memilukan, saudara Ramesh duduk hanya beberapa kursi darinya, di 11J, namun tidak selamat. Ini menjadi bukti pahit bahwa dalam kecelakaan udara, kadang nyawa hanya terpaut beberapa langkah saja.
Soal apakah kursi 11A adalah “kursi keajaiban”, Ella Atkins mengatakan: “Saya tidak akan sengaja memilih duduk di 11A. Tapi saya pasti akan menghindari kelas satu, karena itu biasanya di bagian depan — wilayah yang lebih berisiko.”
Fakta Tambahan:
· Viswash Kumar Ramesh (40 tahun), pria keturunan India berkewarganegaraan Inggris, adalah satu-satunya penyintas kecelakaan pesawat Boeing 787 Dreamliner milik Air India Express.
· Ruangsak Loychusak adalah penyintas tragedi Thai Airways TG261 tahun 1998, yang menewaskan lebih dari 100 orang.(jhn/yn)


