Peringatan merah, yang pertama tahun ini, dikeluarkan pada Kamis (19/6/2025) malam untuk provinsi Anhui, Henan, Hubei, Hunan, Guizhou, dan wilayah Guangxi.
EtIndonesia. Tiongkok bagian tengah dan selatan berada dalam siaga tinggi dilanda banjir bandang pada Jumat (20/6/2025) seiring meningkatnya intensitas monsun Asia Timur tahunan dan curah hujan ekstrem yang mengancam mengganggu ekonomi terbesar kedua di dunia.
Peringatan merah — yang pertama untuk tahun ini — dikeluarkan pada Kamis malam untuk provinsi Anhui, Henan, Hubei, Hunan, Guizhou, serta wilayah Guangxi, menurut laporan kantor berita resmi Xinhua yang mengutip kementerian sumber daya air dan badan prakiraan cuaca nasional.
Musim hujan do Tiongkok, yang tahun ini datang lebih awal dari biasanya pada awal Juni, umumnya diikuti oleh gelombang panas ekstrem yang membakar tanaman yang bertahan di tanah tergenang air, menguras cadangan air di waduk, serta merusak jalan dan infrastruktur lainnya.
Kerugian ekonomi akibat bencana alam melebihi 10 miliar dolar AS pada Juli tahun lalu, saat curah hujan biasanya mencapai puncaknya.
Kerusakan tiga kali lipat dari jumlah itu terjadi pada tahun 2020, ketika Tiongkok mengalami salah satu musim hujan terpanjang dalam beberapa dekade, diguyur hujan selama lebih dari 60 hari, atau sekitar tiga minggu lebih lama dari biasanya.
Pada Kamis, hujan deras di Hunan selatan memicu banjir terbesar sejak tahun 1998 di hulu dan hilir Sungai Lishui setelah permukaan airnya melampaui batas aman lebih dari dua meter.
Video yang diunggah ke Douyin, versi TikTok di Tiongkok, memperlihatkan air sungai meluap ke jalanan utama dan membawa puing-puing ke hilir.
Di kota berbukit Chongqing di barat daya, blok-blok apartemen terendam air berlumpur dan beberapa kendaraan terseret arus banjir yang mengalir deras di jalan-jalan, menurut media pemerintah pada Kamis. Dalam beberapa kasus, ketinggian air hampir mencapai kabel listrik.
Di sebuah daerah pegunungan di Chongqing, akumulasi curah hujan harian mencapai 304 milimeter, dengan setidaknya satu sungai lokal meluap hingga 19 meter akibat pertemuan aliran hujan dari pegunungan, lapor CCTV, stasiun televisi nasional.
Pada Rabu, pasokan listrik terganggu di Kota Zhaoqing, Provinsi Guangdong bagian selatan, karena air banjir naik lebih dari lima meter di atas tingkat peringatan, memecahkan rekor sejarah, menurut laporan media lokal. (asr)
Sumber : Reuters


