Banjir Hunan, Tiongkok : 178 Waduk Melepaskan Air,  Longshan Dilanda Banjir Hingga Banyak Orang Tewas

EtIndonesia. Setelah Provinsi Guangdong, Tiongkok,  kini banyak wilayah di Provinsi Hunan juga mengalami hujan deras selama beberapa hari berturut-turut. Curah hujan bahkan memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah. Sebanyak 178 bendungan di seluruh provinsi telah melakukan pelepasan air. 

Beberapa desa dan kota di Zhangjiajie terdampak parah, banyak yang terisolasi banjir selama dua hari dan sangat membutuhkan bantuan. Kabupaten Longshan di wilayah Xiangxi, Hunan, bahkan seluruh kotanya terendam banjir, dan sejumlah orang dilaporkan tewas. Berikut laporannya.

 “Habis sudah, habis… mobil itu bakal hanyut! Sepertinya ada orang di dalam mobil!,” ujar warga yang terdampak. 

Sejak 18 Juni, Kabupaten Longshan di Xiangxi, Hunan, mengalami cuaca ekstrem dengan hujan deras. Hujan mengguyur 40 titik di 21 kecamatan. Di Pos Pengamatan Wuya, Desa Da’an, tercatat curah hujan sebesar 378,9 mm — memecahkan rekor curah hujan 24 jam tertinggi di wilayah tersebut.

Hingga 19 Juni  pukul 09.00 pagi, sebanyak 19 bendungan di wilayah tersebut telah meluapkan air. Permukaan air Sungai Guali di pusat kota Longshan naik hingga 9,57 meter — jauh melampaui rekor banjir terdahulu. Rumah-rumah warga di sepanjang sungai terendam, banyak jalan amblas, jembatan rusak, dan beberapa kompleks perumahan mengalami genangan parah.

Warga terdampak:  “Ayo cepat, cepat, cepat! Cepat pergi!”

Warga terdampak lainnya:  “Seluruh Longshan sudah terendam! Semua tenggelam!”

Dilaporkan, pada hari itu juga bertepatan dengan hari kedua ujian masuk SMA (setingkat UN SMP) di Longshan. Karena banyak jalan tergenang, 37 siswa dilaporkan tidak bisa mengikuti ujian. Beberapa di antaranya bahkan harus berenang menuju lokasi ujian. Warga mengecam pemerintah karena lambatnya respon bantuan.

Warga terdampak:  “Hujannya sebesar ini, tapi pemerintah tidak peduli. Celaka benar ini!”

Di kompleks perumahan Longling International Residence, beberapa orang dilaporkan hilang di tempat parkir bawah tanah. Hingga tanggal 20, pihak berwenang mengkonfirmasi tiga orang tewas.

Namun, karena pemerintah PKT kerap menyembunyikan informasi bencana, jumlah korban sesungguhnya tidak diketahui secara pasti.

Warga terdampak:  “Ini banjir terbesar dalam sejarah. Sekitar pukul 04.00 pagi sudah teriak-teriak suruh pindahin mobil. Tapi belum sempat, dua jam kemudian semuanya sudah tenggelam. Seram sekali!”

Warga terdampak lainnya:  “Bencana alam dan ulah manusia! Semua desa sekitar tenggelam, airnya dalam banget!”

Menurut media Tiongkok, hujan deras terus mengguyur wilayah Xiangxi, Zhangjiajie, Changde, dan Huaihua di Hunan selama beberapa hari terakhir. Banyak daerah mencatat rekor curah hujan tertinggi dalam sejarah. 

Permukaan air Sungai Li di Kabupaten Sangzhi telah melewati ambang batas bahaya. Di Stasiun Liangshuikou dan beberapa titik lain, tercatat permukaan air tertinggi sejak stasiun itu berdiri. Total ada 178 bendungan yang meluap. Hingga 20 Juni, 25.000 orang telah dievakuasi darurat.

Nyonya He, warga Desa Xixiping, Sangzhi (disamarkan):  “Sangzhi juga buka bendungan, semua habis tersapu air. Lantai satu rumah sudah tenggelam, sebentar lagi lantai dua juga. Sawah semua tenggelam, tidak ada satu rumah pun yang selamat. Kerugian besar, air dan listrik mati, tidak ada makanan.”

Warga setempat mengatakan kepada NTD bahwa banyak kecamatan di Zhangjiajie telah terendam total. Air belum surut selama dua hari, dan belum ada bantuan dari pemerintah. Warga hanya bisa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Tuan Wang, warga Desa Fengxianggong, Distrik Yongding (disamarkan):  “Beberapa bendungan sedang meluapkan air. Air terlalu besar, rakyat jadi korban. Bendungan Huayan di Sungai Li bahkan airnya sudah melimpas, pintu bendungannya tidak perlu dibuka karena air sudah meluap sendiri. Kalau bendungan jebol, pusat kota Zhangjiajie bisa hilang.”

Tuan Chen, warga Desa Maoyanhe (disamarkan):  “Bagian hulu Sungai Li di Maoyanhe meluap parah. Rumah-rumah sudah tenggelam, listrik padam total, hampir semua barang tersapu air. Tidak ada makanan di rumah.”

Menurut prakiraan cuaca, dalam tiga hari ke depan, masih akan terjadi hujan deras di banyak wilayah, bahkan hujan sangat lebat di beberapa daerah. (Hui/asr)

Laporan wartawan NTD, Tang Rui dan Xiong Bin

INSPIRASI ERABARU

Mengapa Dighosting Lebih Menyakitkan daripada Penolakan dan Lebih Sulit untuk Dilupakan

Penolakan sosial mengaktifkan banyak jalur saraf yang sama seperti rasa sakit fisik. Oleh Fjolla Arifi Pesan terakhir itu tetap berada di sana, terkirim dan sudah dibaca....

Seperti Apa Kondisi Otak Anda Saat Membenci Seseorang?

Cinta membuat kekurangan tampak tak berarti, sedangkan kebencian membuat kekurangan yang tak ada seolah nyata Arsh Sarao Ketika Anda melihat sekilas seseorang yang Anda benci, otak...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine