Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, dalam wawancara yang diterbitkan Sabtu (21 Juni), menyatakan bahwa serangan militer Israel terhadap Iran diperkirakan telah menunda kemampuan Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir “setidaknya selama 2 hingga 3 tahun”. Ia menegaskan bahwa Israel telah mencapai banyak target, namun tidak akan berhenti sampai ancaman benar-benar dihilangkan.
EtIndonesia. Dalam wawancara dengan surat kabar Bild dari Jerman, Menlu Israel Gideon Saar mengatakan bahwa serangan Israel telah menghantam ratusan lokasi militer dan nuklir, termasuk menargetkan para komandan tinggi dan ilmuwan nuklir Iran, serta mencapai hasil yang “sangat signifikan”.
“Kami telah mengeliminasi orang-orang yang memimpin dan mendorong program senjata nuklir, dan itu sangat penting,” ujarnya.
Saar menambahkan, “Menurut penilaian yang kami terima, kami telah menunda kemungkinan mereka memiliki bom nuklir setidaknya 2 hingga 3 tahun.”
“Kami telah mencapai banyak sasaran, tetapi kami akan terus melakukan segala yang kami bisa. Kami tidak akan berhenti sampai ancaman ini benar-benar disingkirkan,” tegasnya.
Saar juga menyampaikan bahwa pemerintah Israel tidak menetapkan “pergantian rezim” di Iran sebagai tujuan dari perang ini. Ia mengatakan, “Setidaknya sampai saat ini, kami belum memiliki tujuan tersebut.”
Ketegangan antara Israel dan Iran telah berlangsung selama sembilan hari berturut-turut. Pada tanggal 20 Juni malam, militer Israel melancarkan serangan terhadap puluhan target di Teheran, termasuk sebuah lokasi yang disebut sebagai “pusat pengembangan program senjata nuklir Iran.” (Hui/asr)
Sumber : NTDTV.com


