Muncul Titik Terang? Iran Gelar Pembicaraan Nuklir dengan Menlu Inggris, Prancis, dan Jerman

EtIndonesia. Pada  Jumat (20 Juni), Menteri Luar Negeri Inggris, Prancis, dan Jerman, bersama pejabat tinggi Uni Eropa, mengadakan pertemuan tatap muka dengan Menlu Iran di Jenewa. Pertemuan ini bertujuan untuk meredakan ketegangan antara Israel dan Iran, dan mencoba kembali ke jalur diplomatik guna menyelesaikan masalah nuklir Iran. Ini merupakan upaya diplomatik pertama dari sekutu Eropa setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan memutuskan dalam dua minggu apakah akan menyerang fasilitas nuklir Iran.

“(Serangan terhadap Iran) akan berlangsung selama diperlukan, itu jawabannya. Karena kami menghadapi krisis eksistensial, yaitu ancaman ganda dari rudal dan bom nuklir,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. 

Menlu Iran Abbas Araghchi berkata :  “Kami berada dalam posisi bela diri yang sah. Pembelaan diri ini tidak akan dan tidak bisa dihentikan.”

Israel dan Iran tetap saling keras kepala, dan konflik terus meningkat. Pada hari Jumat, Menlu dari Inggris, Prancis, dan Jerman serta pejabat tinggi Uni Eropa bertemu dengan Menlu Iran Araghchi di Jenewa, dengan harapan dapat meredakan ketegangan dan menjajaki kemungkinan untuk mencapai kesepakatan nuklir baru melalui perundingan.

Setelah pertemuan, para menteri menyampaikan kepada media:

Menlu Jerman Wulf Waldvogel:  “Hasil positif hari ini adalah kesan yang kami dapatkan saat meninggalkan ruang pertemuan: pihak Iran pada dasarnya siap melanjutkan pembahasan semua isu penting.”

Menlu Inggris James Rami:  “Kami menegaskan secara jelas bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Tiga negara Eropa dan Uni Eropa telah lama menyatakan bahwa hal ini tidak dapat diterima.”

Menlu Prancis Jean Barrot:  “Kami berharap Iran bersedia berdialog dengan semua pihak, termasuk Amerika Serikat, untuk menyelesaikan krisis ini melalui jalur diplomatik.”

Sebelumnya, Teheran sempat menyatakan sikap keras, bahwa karena serangan terus-menerus dari Israel, Iran tidak berniat berunding dengan Amerika Serikat, yang dinilainya berpihak pada Israel.

Namun, menurut sumber informasi, para menteri Eropa telah lebih dulu berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Ia menyatakan bahwa meskipun AS tengah mempertimbangkan untuk bergabung dalam serangan militer Israel guna menghancurkan kemampuan nuklir Iran, Amerika tetap terbuka untuk dialog langsung dengan Teheran.

Pejabat AS lainnya menyebut bahwa Presiden Trump mendukung upaya sekutu melalui jalur diplomatik agar Iran lebih dekat pada tercapainya kesepakatan nuklir. Saat ini, Trump memberikan waktu dua minggu bagi upaya diplomatik ini.

Menlu Israel  Gideon Sa’ar :  “Terus terang saja, kami selalu bersikap skeptis terhadap diplomasi dengan Iran, karena pendekatan mereka penuh tipu daya.”

Pihak Israel tetap meragukan ketulusan Iran dalam berunding, dan menyatakan bahwa operasi militer mereka tidak akan berhenti. (Hui/asr)

Laporan oleh Yi Jing, NTDTV

INSPIRASI ERABARU

Nasib Dinasti Berutang Kesuksesannya pada Penghormatan Kaisar dan Persembahan Kurban kepada Langit

Di Tiongkok kuno, ritual persembahan kurban bukan sekadar upacara seremonial. Ritual tersebut berlandaskan sebuah prinsip yang dipetik Dinasti Zhou dari keruntuhan dua dinasti sebelumnya:...

Memahami Bersyukur: Menemukan Kembali Keindahan Hidup yang Penuh Apresiasi

Oleh Shoba Rajamani Di dunia yang semakin terhubung secara digital dan terus mendorong kita untuk meraih lebih banyak prestasi, memperoleh lebih banyak penghasilan, serta menjadi...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine