oleh Jin Ran
Setelah pihak Israel mengonfirmasi penemuan lokasi persembunyian Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Angkatan Udara Israel langsung dikerahkan untuk mengebom tempat tersebut. Menurut laporan media, tempat persembunyian Khamenei terletak di bunker bawah tanah pinggiran timur laut ibu kota Teheran dengan pertahanan yang sangat ketat. Oleh karena itu tentara Israel membutuhkan dukungan intelijen yang sangat akurat dan serangan yang tepat dengan bom penembus bumi untuk menyelesaikan misi pengeboman.
Meskipun pihak Israel belum secara resmi mengonfirmasi mengenai apakah Khamenei selamat atau tidak dalam serangan, tetapi warga sipil Iran sudah mulai merayakannya. Hal ini mengingatkan orang-orang pada perayaan setelah Osama Bin Laden terbunuh pada tahun 2011.
Menurut para saksi mata bahwa pada 20 Juni malam, penduduk di sebuah kota pinggiran di Teheran melambaikan bendera Iran dan logo singa dari dinasti Pahlavi sambil meneriakkan slogan-slogan seperti “Khamenei telah mati!” dan “Hidup kebebasan!”
Mengingat kedudukan Ali Khamenei, hidup dan matinya akan secara langsung menentukan masa depan Iran. Jika ia meninggal dalam serangan, pemerintahan Iran saat ini akan jatuh ke dalam kekacauan tanpa pemimpin, dan akan mempercepat keruntuhan rezim saat ini.
Hari ini menandai seminggu penuh sejak Israel melancarkan serangannya ke Iran. Dalam sebuah wawancara dengan reporter The Times of Israel, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu mengatakan bahwa aksi militer Israel terhadap Iran telah selesai lebih cepat dari jadwal, melampaui ekspektasi sebelumnya. Penulis berpikir bukan karena orang Israel terkejut dengan dampak serangan yang mereka lancarkan, tetapi lebih karena pemerintah Iran saat ini menggunakan sifat harimau kertasnya untuk menyoroti kekuatan Israel.
Netanyahu mengungkapkan bahwa Israel akan terus menyerang semua fasilitas nuklir di Iran yang ditemukan, termasuk fasilitas nuklir bawah tanah terdalam di Fordow, dekat Kota Qom, Iran. Netanyahu juga mengungkapkan bahwa strategi Israel saat ini bukan hanya menghancurkan fasilitas nuklir Iran, tetapi juga mengalahkan rezim Iran saat ini untuk mengubah Iran sepenuhnya.
Dasar seorang politisi sejati, Netanyahu pun cukup diplomasi dalam mengungkap. Ia mengatakan: “Perubahan rezim hanya dapat diputuskan oleh rakyat Iran sendiri”. Di sana terdapat makna tersembunyi berupa, jika rakyat Iran belum membuat keputusan, maka Israel akan menggulingkan rezim saat ini terlebih dahulu, bagaimana pun juga nantinya rakyat Iran harus membuat keputusan.
Netanyahu juga secara khusus menyinggung soal Israel selanjutnya akan menyerang lembaga-lembaga simbolis yang mewakili rezim saat ini, seperti stasiun radio dan televisi pemerintah. Menurut statistik dari Kementerian Pertahanan Israel bahwa tercatat hingga 20 Juni, Angkatan Udara Israel telah menghancurkan lebih dari 60% kendaraan peluncur rudal Iran, terutama yang ditempatkan di sekitar Teheran. Kebanyakan dari mereka adalah rudal balistik jarak menengah milik Korps Garda Revolusi Iran yang memiliki jangkauan yang dapat mencapai Israel.
Sehari sebelumnya, jet tempur Israel telah menghancurkan lebih dari 30 buah kendaraan peluncur rudal Iran. Sebuah video menunjukkan bahwa kendaraan peluncur rudal tersebut terkena serangan di sebuah persimpangan di pinggiran kota Teheran, dan komandan Iran yang mencoba melarikan diri juga terkena tembakan dari pesawat nirawak yang memantau dari jarak dekat.
Angkatan Udara Israel masih terus melancarkan serangan terhadap pasukan rudal Iran hari ini. Dan pesawat nirawak juga mencari dan menyerang beberapa sistem pertahanan udara yang tersisa milik militer Iran di lokasi yang relatif tersembunyi.
Pabrik yang Dibangun dengan Bantuan PKT Dibom, PKT Menyelundupkan Material ke Iran
Menurut laporan media Israel, pabrik plastik yang diperkuat serat karbon (carbon fiber reinforced plastic. CFRP) yang terletak di Iran tengah meliputi area seluas sekitar 100.000 meter persegi yang dibangun dengan bantuan Partai Komunis Tiongkok (PKT), baru saja dibom oleh tentara Israel. Pabrik tersebut bertanggung jawab untuk memproduksi material penting seperti cangkang untuk pesawat nirawak “Shahed” yang terkenal dan rudal “Fateh-110”.
Menurut badan intelijen Israel Mossad bahwa sejak beberapa bulan sebelumnya, koordinat pabrik tersebut sudah ditentukan, dan kapasitas produksi serta kepentingan strategisnya telah dikonfirmasi melalui citra satelit dan laporan dari agen Mossad. Pada 19 Juni malam, Angkatan Udara Israel mengirim jet tempur F-15 untuk melakukan serangan presisi terhadap pabrik tersebut.
PKT membantu Iran mengembangkan program rudal dan pesawat nirawak dengan imbalan energi seperti minyak dan menjadikan Iran sebagai simpul utama “Sabuk dan Jalan” PKT di Timur Tengah.
Menurut laporan bahwa selama 3 hari berturut-turut setelah Israel melancarkan serangan terhadap Iran, PKT menggunakan pesawat kargo besar untuk memberikan bantuan kepada konco lawasnya Iran. Realitas telah membuktikan bahwa setiap teman lama yang didukung oleh PKT pastilah seorang diktator, dan setiap teman lama yang disukai oleh PKT akan jatuh satu demi satu. Lihatlah Saddam Hussein di Irak, Bashar al-Assad di Suriah, Hamas seperti itu, dan sekarang rezim Khamenei juga akan menjadi seperti itu.
Seorang netizen Tiongkok memposting artikel yang sangat menarik dari media corong PKT, Global Times. Tajuk utama halaman depan Global Times terbitan 24 Januari 2003 berbunyi: Mengapa Saddam Hussein tidak panik? Namun 56 hari kemudian rezim Saddam jatuh. Pada 7 Desember tahun lalu, tajuk utama halaman depan Global Times kembali menerbitkan artikel yang berbunyi: Mengapa Bashar al-Assad tidak panik? Namun sehari kemudian Bashar melarikan diri ke Rusia, dan pemerintahan diktatornya pun jatuh. Semoga saja Global Times saat ini menerbitkan artikel lainnya yang berbunyi: Mengapa Khamenei tidak panik?
Teheran Menjadi Kota Kosong. Elon Musk Mendobrak Pemblokiran Internet Iran
Sejak Trump mengeluarkan peringatan yang meminta semua orang meninggalkan Teheran, ibu kota Teheran nyaris menjadi kota kosong. Menurut saksi mata, pada 20 Juni dini hari, terlihat hanya ada beberapa kendaraan militer yang berpatroli di jalan-jalan Teheran, dan sebagian besar orang telah meninggalkan kota atau bersembunyi di dalam rumah. Sejumlah pos pemeriksaan didirikan di jalan-jalan utama dan jembatan di Teheran, dan pasukan khusus memeriksa secara ketat terhadap kendaraan yang lewat. Jika ada orang yang kedapatan menggunakan ponsel untuk mengambil gambar, ia bisa langsung ditangkap. Tampaknya seperti semua kediktatoran, tidak peduli seberapa tegang situasinya, kontrol informasi yang ekstrem tidak akan dihentikan.
Selain itu, bank-bank di Teheran tidak dapat lagi melayani penarikan dana, dan yang paling serius adalah internet dan telepon diblokir, jadi hubungan dengan dunia luar terputus. Karena kurangnya bank dan pembayaran seluler, pasokan makanan juga terganggu. Di banyak supermarket di Teheran hanya ada sejumlah kecil makanan kaleng dan roti di atas rak mereka. Sebagai negara yang kaya minyak, pom bensin sekarang memberlakukan pembatasan pengisian bahan bakar, sehingga nyaris melumpuhkan transportasi jarak jauh, truk terpaksa berhenti beroperasi, yang semakin memperburuk krisis persediaan makanan.
Meskipun otoritas Iran telah sepenuhnya memblokir internet, dan memutus kontak warga sipil dengan dunia luar sejak 18 Juni, tetapi mereka tidak berdaya untuk menghentikan keinginan Elon Musk yang secara sukarela membuka jendela bagi warga masyarakat Iran agar mereka dapat berkomunikasi di saat kritis melalui pengoperasian 20.000 terminal Starlink. Langkah ini tidak hanya menerobos blokade jaringan Iran, tetapi juga mengubah pola perang informasi.
Terobosan jaringan Starlink mengingatkan kita pada “Unjuk rasa Mahsa Amini” yang terjadi di Iran pada tahun 2022, ketika itu Starlink juga mengizinkan warga Iran menghubungi dunia luar melalui jaringan tersebut. Pihak berwenang Iran mencoba mencegah penggunaan Starlink dengan mengganggu sinyal dan memblokir alamat IP, tetapi tidak berhasil. Beberapa analis percaya bahwa aliran informasi yang bebas justru akan menjadi variabel kunci dalam perang tersebut. Membiarkan rakyat Iran mendapatkan kembali hak untuk berbicara, yang kemungkinan akan menjadi katalisator bagi keruntuhan rezim yang berkuasa sekarang.
Rencana Operasi Khusus Rahasia, Militer Israel Merilis Video Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir
Media Israel mengungkapkan rencana darurat rahasia Israel hari ini. Jika Amerika Serikat tidak menggunakan bunker buster untuk menyerang fasilitas nuklir di Fordow, Israel berencana mengirim pasukan darat untuk melakukan serangan tiba-tiba. Meskipun Israel berada di atas angin dalam perang ini, tetapi hanya angkatan udara yang memperoleh keunggulan udara. Jika operasi darat dilaksanakan, risikonya sangat tinggi. Fasilitas nuklir bawah tanah Fordow terletak di daerah pegunungan di atas 2.000 meter di atas permukaan laut dan dijaga ketat. Hal pertama yang perlu dihadapi pasukan operasi khusus Israel adalah perlawanan dari Garda Revolusi Iran.
Menurut analisis, pintu masuk ke Fordow terletak di lembah sempit yang dikelilingi oleh dinding batu yang curam. Kesalahan apa pun dapat mengakibatkan konsekuensi fatal. Menurut pakar militer Israel, bahkan dengan dukungan Angkatan Udara Israel, pasukan operasi khusus harus menyelesaikan tugas dalam waktu 24 jam, jika tidak, mereka akan kehilangan dukungan Angkatan Udara dan terperangkap dalam kepungan. Oleh karena itu, sebagai perbandingan, penggunaan bunker buster masih menjadi pilihan terbaik.
Pada saat itu, bom penembus bunker dijatuhkan dari pesawat. Ia akan terus mengebor ke bawah tanah dengan energi kinetiknya yang kuat, dan arah hulu ledaknya seperti paku yang ditancapkan ke kayu. Dengan cangkangnya yang terbuat dari bahan berkekuatan tinggi, maka struktur internal terlindung dari kerusakan selama benturan. Dan untuk mencapai serangan yang tepat, sekering tunda yang dipasang di bagian belakang bom akan menyulut ledakan bahan peledak sesuai dengan instruksi khusus ketika kedalaman yang ditetapkan sudah tercapai. Desain ini tidak hanya dapat menghancurkan pabrik atau laboratorium bawah tanah musuh, tetapi juga mengurangi kerusakan berlebihan pada target permukaan.
Faktanya, Israel baru saja merilis video penggunaan penghancur bunker yang lebih kecil untuk menyerang fasilitas nuklir Iran lainnya yang berada di Arak. Diperkirakan bahwa ini adalah satu-satunya gambar nyata publik dari serangan terhadap pangkalan nuklir Iran.
Menurut Pasukan Pertahanan Israel, pabrik tersebut memproduksi plutonium untuk senjata nuklir, yang menghasilkan 8 hingga 10 kilogram bahan baku plutonium tingkat senjata setiap tahun, cukup untuk membuat satu hingga dua bom nuklir. Mari kita lihat gambar ilustrasi dari serangan simulasi Israel dan adegan nyata selama pemboman. (***)


